• banner 480 x 75

Dana Bukan Modal Utama Untuk Jadi Wirausahawan

Dana Bukan Modal Utama Untuk Jadi Wirausahawan

Gus Irawan Pasaribu, Direktur Utama Bank Sumut

9 - May - 2012 | 12:09 | kategori:Daerah

Medan. Seputar Nusantara. Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu mengatakan, dana bukanlah modal utama bagi seseorang yang ingin terjun menjadi wirausahawan. Melainkan tekad kuat dan keberanian mengambil risiko.

“Dana bisa dicari secara kreatif. Mendapatkan pembiayaan dari bank hanyalah salah satu cara. Banyak solusi bisa dicari, misalnya menjalin kemitraan dengan orang lain yang memiliki dana melalui penawaran konsep usaha yang inovatif  dan prospektif.  Yang terpenting bukan modalnya, melainkan kemauan mencoba, berani gagal dan tidak mudah menyerah,” ujar Gus Irawan dalam rangkaian dialog interaktif dengan ratusan mahasiswa di dua tempat terpisah di Kampus Unimed, Medan, akhir pekan lalu..

Gus Irawan mengatakan, gerakan penciptaan wirausahawan baru merupakan salah satu solusi penting menekan pengangguran dan mengentaskan kemiskinan, kata Gus Irawan.

“Karena itu, sudah saatnya Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang mendorong percepatan gerakan penciptaan wirausahan baru, khususnya kaum muda dan perempuan.” ungkapnya.

Sebelum semua upaya disiapkan memberdayakan calon wirausahawan baru yang tangguh dan sukses, terutama entrepreneur muda, hal terpenting dilakukan adalah mengubah mindset anak muda bahwa membangun masa depan dengan menjadi wirausahawan jauh lebih baik daripada menyandarkan harapan hidup dengan menjadi pekerja, kata dia.

“Kebanyakan mahasiswa setelah tamat kuliah berbondong ingin jadi PNS. Sekarang pemerintah melakukan moratorium penerimaan PNS. Dunia tidak kiamat karena anda tidak menjadi PNS. Jadilah wirausahawan, dengan begitu justru anda menciptakan  lapangan kerja baru bagi banyak orang,” katanya memotivasi ratusan anak-anak muda para pencari lowongan kerja di sela-sela acara Job Fair, di Gedung Serbaguna Unimed Medan.

Sementara dalam dialog yang digelar Korps HMI-wati (Kohati) di aula Fakultas Sosial Unimed Gus Irawan mengatakan gerakan menciptakan wirausahawan, khususnya kaum perempuan merupakan kebijakan strategis yang selayaknyan diprioritaskan.

Menciptakan perempuan-perempuan mandiri melaui pemberdayaan entrepreneur perempuan, tidak secara sempit dilihat dalam perspektif kesetaraan gender, melainkan karena perempuan memainkan peranan penting dalam meningkatkan perekonomian bangsa.

“Dalam ruang lingkup yang lebih kecil, pemberdayaan kaum perempuan menjadi entrepreneur sesungguhnya merupakan pilar penyangga ekonomi keluarga.  Karena itu mengapa sebagai Dirut Bank Sumut, Saya menaruh perhatian khusus dalam pemberdayaan perempuan pelaku usaha? Itu karena saat ini Bank Sumut sudah memberdayakan lebih 72.000 perempuan pelaku usaha mikro melalui skim Kredit Sumut Sejahtera,” jelasnya.

Gus menambahkan dalam penciptaan wirausahawan, diperlukan konsep 3P, yakni pemberdayaan, pembiayaan dan pendampingan. Pemberdayaan wirausahawan sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah, sementara bank mengambil porsi dalam aspek pembiayaan. Sedangkan pendampingan bisa dilakukan secara sinergi oleh keduanya.

Pemberdayaan, katanya, dilakukan dengan melahirkan kebijakan mendukung dan memberi perlindungan bagi terciptanya wirausahawan yang kuat disertai penyediaan program peningkatan pelatihan keterampilan usaha.

Lembaga Perbankan selanjutnya membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Sedangkan pendampingan harus terus dilakukan melalui upaya peningkatan kapasitas, pencerdasan dan pencarian solusi yang dihadapi dalam menjalankan usaha, termasuk jaringan pasar sampai mereka bisa mandiri untuk menghadapi persaingan pasar dan tumbuh menjadi wirausahawan yang tangguh.

Dengan penciptaan wirausahawan baru, terutama di kalangan kaum muda dan perempuan, Sumatera Utara bisa tumbuh menjadi propinsi yang kuat secara ekonomi.

Sebab penciptaan wirausahawan baru akan menciptakan lapangan kerja yang dapat menyerap banyak tenaga kerja, menekan angka pengangguran dan mengurangi jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. (Barita Sinaga)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Daerah