Sering Rusak, Sejumlah Jalan di Medan Dibeton

Medan. Seputar Nusantara. Pemko Medan melalui Dinas Bina Marga membuat kebijakan baru dalam membangun infrastruktur jalan di Kota Medan antara lain jalan-jalan yang sering terendam air dan rusak kini dibeton.
“Ada beberapa titik jalan di kota Medan yang sengaja dibeton. Kebijakan ini dilakukan agar kekuatan jalan tersebut bisa berlangsung lama,”ucap Kadis Bina Marga Kota Medan, Ir Gunawan Surya Kepada Seputar Nusantara saat ditemui di rumah Dinas Walikota Medan, Jalan Sudirman Medan, Sabtu (19/5).
Gunawan mengaku, pembangunan jalan beton dilakukan bukan berarti Pemko Medan mengalah dengan banjir yang selalu datang. Melainkan memang untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang melintas.
Soal drainase, katanya sudah ada anggaran sendiri. “Jadi setelah dibangun jalan beton tersebut drainasenya juga segera diperbaiki,” katanya. Dia menjelaskan, sejumlah jalan yang dibangun beton antara lain di Jalan Sei Kera, Jalan Seram, Jalan Denai, Jalan Bunga Asoka.
Saat ditanya apakah kekuatan jalan beton tersebut sama dengan jalan beton yang dibangun di saat pengerjaan Medan Urban Development Project (MUDP). Gunawan mengaku tidak sama. Apalagi, fungsi jalannya juga berbeda. “Jelas beda lah. Kalau jalan beton yang dibangun di Jalan Sisingamangaraja kan jalan inti, jika yang dibangun Dinas Bina Marga hanya jalan-jalan kota yang memang rentan terhadap banjir dan juga sering dilalui dum truck bertonase cukup tinggi,”katanya.
Selain itu, dia mengatakan pembangunan jalan dengan sistem beton dinilai menelan anggaran yang cukup besar.
Mencurigakan
Pantauan Seputar Nusantara di lapangan banyak jalan-jalan di Medan yang dibeton. Tapi, dari 195 paket yang diumumkan Dinas Bina Marga, hanya satu yang terdaftar di Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa Dinas Bina Marga Kota Medan Tahun anggaran 2011 Nomor : 16/Pan/DBMK/2011 yang nomenklaturnya jelas-jelas pemeliharaan jalan dengan pembetonan yakni di paket dengan nomor 100 yakni Rehabilitasi/Pemeliharan Jalan dengan pembetonan di Jalan Rumah Potong hewan dengan anggaran Rp 1.35 miliar lebih yang bersumber dana dari APBD dan kualifikasi kecil.
Sedangkan paket lainnya yang nilai cukup besar banyak tapi hanya sebatas pembangunan pemeliharaan jalan tanpa pembetonan seperti Jalan Panglima Denai dengan dana Rp 1,5 miliar lebih.
Sejumlah masyarakat di kawasan Mabar menaruh curiga terhadap proyek pembetonan jalan di Jalan Rumah Potong Hewan karena hanya ratusan meter saja dananya mencapai Rp 1.35 miliar lebih. “Wah, cuma 300 an meter saja dananya sampai miliaran. Ini patut dipertanyakan,” ucap Joko warga Mabar.(Barita Sinaga)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Nasional
- Suap Bupati Mandailing Natal, KPK Geledah Kantor
- Disetor Uang Bensin oleh Bos Kuali, Oknum Brimob & TNI Bisa Dipidana
- Pasca Bentrok, Pelayanan 2 Polsek di Musirawas- Sumatera Selatan Segera Diaktifkan
- Tim Jaksa Penuntut Umum KPK : PT. Indoguna Janjikan Rp 40 Miliar Untuk Luthfi Hasan Ishaaq (Mantan Presiden PKS)
- Jaksa Agung Basrief Arief : Pengadilan Dipenuhi Dengan Mafia Hukum
- KPK Kembali Periksa Agus Martowardojo
- Tilang Bule, Polisi Bali Minta “Uang Damai”
- Bawaslu Protes KPU, Perubahan Tahapan Pemilu
- Kunjungi Yogyakarta, Menteri Pertahanan Malaysia Ziarah ke Makam Sultan Agung
- Fenomena Mengejutkan, Sarjana Hingga Profesor Jadi Stres Karena Tekanan Hidup di Jakarta
- Irjen Kementerian Agama RI : Penyaluran Dana BOS Belum Tepat Sasaran
- Kartu Jakarta Pintar (KJP) Tahun 2013 Akan Diluncurkan Pada Akhir Maret
- Partai Hanura Pimpinan Jenderal (Purn). Wiranto Buka Deal Politik Dengan Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo
- Guru Tendang Murid di Depok, KPAI : Atas Nama Apapun Kekerasan Tidak Dibenarkan
- Awas Macet! Ribuan Buruh Dari Berbagai daerah dan Elemen Demo Hari Ini
- KPK Sita Uang Rp 1 M dari Kasus Impor Daging Terkait Anggota DPR Berinisial “LHI”
- 45.954 Orang Masih Mengungsi Akibat Banjir Besar di Jakarta
- Rekrut Bakal Caleg, NasDem Janjikan Modal Kampanye Rp 10 Miliar
- Ketua Dewan Pembina ICW : Masyarakat Indonesia Jenuh Pemilu
- Januari- Februari Diperkirakan Puncak Musim Hujan di Daerah Jabodetabek


