Totok Daryanto : Jangan Sampai Terjadi Kelangkaan BBM, Karena BBM = Pangan

Totok Daryanto, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional)
Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintah dan DPR RI telah menetapkan kuota BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi pada tahun 2012 ini sebanyak 40 Juta KL (Kilo Liter). Namun realisasi hingga bulan Mei 2012 ini sudah mencapai 17,52 Juta KL atau 43,8 persen dari kuota. Sedangkan untuk kuota per- bulan hingga Mei, sudah over kuota sebanyak 108 persen.
Pemerintah mengakui kuota BBM bersubsdi yang ditentukan dalam APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara- Perubahan) tahun 2012 sebesar 40 Juta KL tidak realistis. Alasannya, karena realisasi kuota BBM bersubsidi tahun lalu sudah mencapai 41,2 Juta KL.
Menurut Totok Daryanto, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), bahwa kuota BBM bersubsidi itu realistisnya harus ditambah, istilahnya kalau hanya 40 Juta KL tidak realistis. Ini kendala pertama adalah masalah kuota BBM bersubsidi, karena kuotanya hanya 40 Juta KL, dengan perkembangan masyarakat yang sangat cepat, maka akan bisa terjadi over kuota.
” Kedua, masalah pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat pesat sekali, itu bisa menjadi penyebab terjadinya kelangkaan BBM. Sebab dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat pesat, kalau tidak diimbangi dengan kebijakan lain yang bisa menekan penggunaan BBM, maka ini bisa menyebabkan kelangkaan BBM,” ungkap Totok Daryanto kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Jakarta, pada hari Kamis, 14 Juni 2012.
Ketiga, menurut Politisi dari PAN ini, ketidak-siapan dari kalangan pengusaha untuk mengantisipasi masalah kelangkaan BBM ini. Mestinya, dengan BBM bersubsidi yang kuotanya terbatas, seharusnya BBM non- subsidi harus disediakan dengan cukup dan pendistribusiannya dilakukan secara bagus. Soal harga sebenarnya tidak masalah, dengan BBM yang langka di beberapa daerah, harga mencapai Rp 10-15 ribu tidak jadi soal bagi masyarakat setempat, walaupun harga keekonomian Rp 8.500,- itu tidak masalah.
” Yang penting adalah, jangan sampai terjadi kelangkaan BBM disetiap daerah. Karena BBM itu sama dengan pangan, kalau langka kan jadi masalah. Pemerintah dituntut untuk melakukan kebijakan yang tegas, jelas dan terukur serta sistematis. Sehingga tidak terjadi kelangkaan BBM yang bisa menyebabkan dampak buruk terhadap roda kehidupan masyarakat,” tegas Totok Daryanto.
” Konversi BBM ke Gas juga bisa bermasalah, karena kalau infrastrukturnya kurang bagus, maka akan jadi persoalan. Kemudian masalah transportasi massal juga harus diperhatikan dan dikembangkan oleh pemerintah, sehingga orang tidak berbondong- bondong menggunakan mobil pribadi,” pungkasnya dipenghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Jasa Raharja Sulawesi Tengah Serahkan Dana Bantuan Bina Lingkungan
- Ariningsih Bersyukur Pada Masyarakat Berau Atas Penghargaan Yang Diraih
- Budi Susanto Minta Sukotjo Serahkan Rp 13 Miliar Untuk Irjen Pol. Djoko Susilo
- Sebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
- Suripto Diperiksa Oleh KPK Terkait Dengan Kasus Korupsi Impor Daging Sapi
- Kepala Cabang Jasa Raharja Banten Menyerahkan Santunan Di Rumah Korban
- Pukul Wartawan, Mahasiswa Trisakti Ardinal Ternyata Bukan Anak Jenderal
- Kejaksaan Agung Tahan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank BJB
- Koper Sudah Kembali, Penumpang Tetap Gugat Maskapai Lion Air Rp 23 Miliar
- PPATK Sebut Ahmad Fathanah Alirkan Dana Ke 45 Wanita, Ini Dia Mereka?
- Jemput Bola KP Jasa Raharja Duri Terhadap Ahli Waris Korban Laka Lantas
- PPATK Temukan Aliran Dana Fathanah ke Oknum PKS Selain Luthfi Hasan Ishaaq
- Korupsi Laboratorium, Dosen & Pembantu Rektor UNJ Dituntut 18 Bulan Penjara
- Sutan Bhatoegana : Cari Anggota DPR Yang Titip Absen, Itu Kriminal!
- Irjen : KPK Harus Gerak Cepat Usut Dugaan Korupsi Ditjen Kebudayaan
- Kompolnas : Aiptu Labora S Mengadu Adanya Aliran Dana ke Petinggi Polri
- Jasa Raharja Perwakilan Tebing Tinggi Serahkan Santunan ke Rumah Korban
- Cemari Lingkungan, RS Tiara Sella Bengkulu Diadukan ke Kementerian LH
- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Solo Turun Jalan, Kritik Kenaikan Harga BBM
- Sefti S : Yang Rp 10 Juta Saja Hubungan Intim, Apalagi Yang Ratusan Juta


