Gubernur Papua Minta Kapolda Tangkap Bupati dan Ketua DPRD Nduga

Gubernur Papua Minta Kapolda Tangkap Bupati dan Ketua DPRD Nduga

Lukas Enembe, Gubernur Papua

4 - Jun - 2013 | 09:30 | kategori:Headline

Jayapura. Seputar Nusantara. Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta Polisi daerah papua menangkap Bupati dan Ketua DPRD Nduga, karena tidak bertanggungjawab terhadap keamanan masyarakat di kabupaten tersebut. “Sebagai pemimpin daerah dan masyarakat Bupati dan Ketua DPRD Nduga bertanggungjawab terhadap keamanan daerah, bukan malah memimpin warga untuk berperang sesama warga,” ujar Gubernur Papua Lukas Enembe, Senin (3/6/2013) di Jayapura.

Gubernur Papua prihatin atas perang suku antar masyarakat Nduga di Kota Wamena, menyebabkan tujuh korban jiwa meninggal dan 60 orang lainnya mengalami luka-luka. “Perang suku ini terjadi hanya kepentingan para elit politik di daerah tersebut. Untuk itu pihak kepolisian agar menangkap para elit-elit yang menjadi tokoh dalam perang suku itu,” katanya.

Gubernur menegaskan, pihaknya sudah minta kepada Kapolda Papua untuk menangkap pelaku dibalik konflik tersebut. “Ya, saya sudah minta Kapolda tangkap Bupati dan Ketua DPRD berserta anggotanya, karena mereka penyebab sehingga terhajadinya konflik tersebut,” tegasnya. Akibat konflik antar suku itu, pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tidak berjalan, bahkan masyarakat takut melakukan aktivitas, menyababkan banyak warga yang mengungsi ke kabupaten lain.

Seperti diketahui perang suku warga Nduga telah terjadi sejak Maret 2013 lalu, akibat masalah pemekaran daerah. Salah satu staf Biro Pemerintahan Kabupaten Nduga, Yustinus Gwijangge dibunuh selesai acara sosialisasi pemekaran daerah di Wamena, dimana pelakunya adalah anggota DPRD kabupaten Nduga. Pasca pembunuhan itu terjadi perang suku, 2 orang meninggal dan puluhan luka-luka.

Kemudian tanggal 24-5-2013, anggota DPRD Nduga, Eka Tabuni dibunuh (diduga sebagai pelaku pemuhan terhadap staf Biro Pemerintahan,Yustinus Gwijangge), akibatnya terjadi perang suku kembali menyebabkan 3 orang meninggal dan puluhan luka-luka. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.