logo seputarnusantara.com

Lamongan Siap Ekspor Jagung ke Malaysia

29 - Mar - 2017 | 12:28 | kategori:Daerah

Lamongan. Seputar Nusantara. Produksi jagung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melimpah.

Lamongan pun siap mengekspor jagung ke Malaysia.

Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (29/3/2017), Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesi (APJI), Sholahuddin mengatakan, Lamongan dapat mengekspor jagung ke Malaysia sekitar 500 ribu ton pada tahun ini.

Ekspor tersebut bisa ditingkatkan karena potensi lahan cukup luas dan petani Lamongan sudah berpengalaman menanam jagung.

Bahkan dengan modernisasi penanaman jagung, produktivitas jagung di Lamongan bisa ditingkatkan lebih dari 10 ton per hektare.

“Setiap tahun bisa tanam jagung dua kali,” kata Sholahuddin.

Bupati Lamongan Fadeli mengatakan pihaknya siap mengekspor jagung saat mengajak utusan Menteri Pertanian Malaysia melihat pengembangan tanaman jagung di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro, Senin (27/3/2017) lalu. Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pertaniannya telah mengutus 6 orang delegasi dari Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI).

MARDI telah melakukan studi banding dan pembicaraan dengan Bupati Kabupaten Lamongan dan Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) tentang rencana impor benih dan jagung untuk makanan ternak, pada 26- 29 Maret 2017.

Pimpinan delegasi Malaysia Mohd Rashid Rabu, Deputy Director MARDI Malaysia kagum melihat kejayaan pengembangan jagung di Kabupaten Lamongan dengan tingkat produktivitas bisa mencapai 10 ton jagung pipil per hektare. Di Malaysia tanaman jagung tidak begitu luas.

“Ada sedikit tanaman jagung manis untuk konsumsi. Sedangkan untuk kebutuhan makanan ternak seratus persen di impor dari Brazil, Argentina dan India. Malaysia mengimpor jagung setiap tahun sekitar 4 juta ton,” ucapnya.

Setelah melihat kejayaan Lamongan mengembangkan jagung, Rashid akan membawa laporan ini ke atasannya. Hal ini tentu akan menjadi pembicaraan agar kerjasama tersebut dapat diwujudkan.

“Hal yang sangat memungkinkan, impor jagung dari Indonesia atas dasar negara serumpun dan persahabatan antar negara-negara ASEAN.

“Walaupun impor jagung dilakukan oleh pihak swasta (privat) Malaysia, tapi jika lebih menguntungkan dan kualitasnya bagus, kenapa harus impor jauh dari Brazil dan Argentina,” kata Rashid.

Rashid akan menyampaikan kepada pihak importir jagung Malaysia atas hal ini. Bahkan Menteri Pertanian Malaysia akan diajak ke Lamongan untuk menyaksikan panen raya jagung di Desa Banyubang pada akhir April 2017.

“Kita juga berupaya agar pihak swasta dan importir jagung Malaysia dapat ikut serta berkunjung. Harapan kita semua seperti yang disampaikan oleh Bapak Bupati H. Fadeli dapat segera kita wujudkan,” tutur Rashid. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.