logo seputarnusantara.com

Polisi Pelajari Temuan Barang- Barang Bukti di Rumah Ibnu Dar di Banyumas- Jawa Tengah

12 - Apr - 2017 | 16:40 | kategori:Daerah

Banyumas. Seputar Nusantara. Saat penggeledahan rumah Muhammad Ibnu Dar (22) di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah. Pihak kepolisian menemukan sekitar 38 item barang-barang yang dicurigai terkait jaringan terorisme.

Salah satunya adanya foto-foto pelatihan semi militer dengan latar belakang hutan yang diikuti oleh tiga orang yang salah satunya adalah Ibnu Dar. Atas temuan tersebut polisi akan mencari tahu peran Ibnu dari barang bukti.

“Tempat Itu (pelatihan semi militer) masih diidentifikasi,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono usai membesuk dua anggota Kepolisian yang harus menjalani operasi di RS Griyatri Purwokerto, Rabu (12/4/2017).

Menurut dia, saat penggeledahan di rumah yang ditinggali sendiri oleh Ibnu Dar juga menemukan bahan-bahan yang dicurigai untuk melakukan sebuah pengeboman. Diduga, Ibnu Dar melakukan perakitan sendiri dengan belajar melalui internet.

“Kapolres (Banyumas) juga kemarin sudah langsung dengan tim dari gegana disana memang ditemukan bahan-bahan yang dicurigai untuk membuat pengeboman. Tapi dia kelihatannya masih belajar. Bentuknya panci rice cooker itu, jadi dia bisa belajar semua dari internet,” ujarnya.

Sementara terkait motif yang dilakukan Ibnu Dar dengan menyerang Mapolres Banyumas karena sudah terdokrin paham radikalisme yang menganggap semua polisi merupakan musuhnya.

“Motifnya diakan terdoktrin paham radikal yang sudah merasuk ke ideologi dia, sehingga dia keras dan dia menganggap polisi yang selama ini memerangi para pelaku-pelaku terorisme ini,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, wilayah Banyumas memang dekat dengan satu penjara di Pulau Nusakambangan, Cilacap yang isinya adalah tahanan mulai dari napi narkoba hingga pelaku terorisme. Maka dari itu pihaknya sudah meminta kepada seluruh Kasatwil untuk ikut mengantisipasi hal tersebut agar jangan sampai digunakan sebagai kedok untuk membesuk napi tersebut.

“Jangan sampai dengan kedok besuk kita tidak antisipasi, akhirnya membuat komunitas dengan membuka kos, itu harus diantisipasi. Kalau yang di Banyumas belum pernah (masuk Nusakambangan), kalau yang Tuban pernah, ada yang di Kedungpane ada yang di Nusakambangan, Oman Abdulrahman,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan densus 88 apakah akan memindahkan Ibnu Dar ke Jakarta atau tidak. Karena Ibnu Dar masih ditahan di Mapolres Banyumas dan belum diserahkan ke Densus 88

“Tersangka masih di sini, kita proses koordinasi dengan Densus apakah akan dibawa ke Jakarta atau ditangani di sini,” ucapnya. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.