logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Penas XV Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional

Sulaeman Hamzah : Penas XV Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

25 - Apr - 2017 | 23:00 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam acara Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) ke XV Tahun 2017 di Kota Banda Aceh- Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam yang akan digelar tanggal 6- 11 Mei 2017 mendatang, Kabupaten Jayapura- Papua mengirimkan 18 dutanya untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung di Provinsi Serambi Mekkah tersebut.

Yerri F. Dien selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura dalam acara pembekalan terhadap para peserta Penas ini mengatakan bahwa Pemerintah Jayapura menaruh harapan besar kepada seluruh duta- duta Tani dan juga Nelayan yang akan mengikuti kegiatan Penas ini.

Menurut Sekda, ada banyak pengalaman yang bakal ditemui dan diterima dari kegiatan yang bertaraf Nasional tersebut. Sehingga apa yang diperoleh bisa menjadi bekal pengetahuan dan juga dibagikan kepada petani dan nelayan di Kabupaten Jayapura.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Papua, bahwa Penas tersebut merupakan Forum Nasional bagi para petani dan nelayan untuk menyamakan persepsi dalam upaya mengatasi ketahanan pangan Nasional.

” Karena pada saat- saat tertentu, kita menghadapi masalah- masalah besar, sehingga para petani dan nelayan tidak mampu mengatasi hal itu. Oleh karena itu diperlukan forum semacam Penas untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terhadap persoalan- persoalan pertanian dan nelayan,” ucap Sulaeman.

Kemudian, lanjutnya, forum Penas di Aceh itu bisa dijadikan solusi untuk memperkuat pertanian dan nelayan di seluruh wilayah Indonesia.

” Dalam forum Penas tersebut nantinya juga bisa dijadikan sebagai sarana berbagi informasi dan diskusi untuk peningkatan pembangunan pertanian dan nelayan di masing- masing kawasan di seluruh Indonesia,” kata Politisi Partai NasDem ini.

Selama ini, jelasnya, pembangunan pertanian dan nelayan hanya difokuskan di kawasan barat Indonesia, sedangkan kawasan timur Indonesia kurang diperhatikan. Ketimpangan pembangunan ini sekarang dan kedepannya tidak boleh terjadi lagi.

” Setelah forum Penas tersebut juga bisa diselenggarakan study banding ke daerah- daerah yang potensial, tetapi belum maksimal pemanfaatannya. Seperti Papua ini kan sangat potensial untuk pertanian dan nelayan, sehingga perlu segera diimplementasikan pembangunan disana,” terang Sulaeman Hamzah.

Jayapura, lanjutnya, merupakan pintu gerbang dan pintu masuk ke Papua. Baik itu pintu gerbang bagi wisatawan maupun pintu masuk bagi komoditas- komoditas dari luar Papua maupun luar negeri. Sehingga pembangunan Jayapura harus dipercepat dan dimaksimalkan.

” Langkah- langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura cukup bagus. Dan saya apresiasi Saudara Bupati Jayapura yang sudah memperhatikan dan mempercepat pembangunan di Jayapura,” terangnya.

Sulaeman memaparkan, Jayapura memaksimalkan penangkapan hasil ikan dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti dermaga, pasar ikan dan tempat pelelangan ikan.

” Jayapura bisa jadi contoh bagi daerah- daerah lain di Papua. Sebab, Jayapura merupakan gerbang bagi Papua. Kalau Jayapura maju pesat, maka akan di contoh oleh daerah lain di Papua, sehingga Papua akan maju secara menyeluruh,” tegasnya.

” Saya berharap, forum Penas yang akan dilaksanakan di Aceh bulan Mei 2017 besok, bisa bermanfaat dan dapat meningkatkan kemajuan pertanian dan nelayan,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.