logo seputarnusantara.com

Sebagian Jamaah Calon Haji Trenggalek- Jawa Timur Terdeteksi Hipertensi

18 - Jul - 2017 | 18:22 | kategori:Agama dan Opini

Trenggalek. Seputar Nusantara. Petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek- Jawa Timur mengimbau jamaah calon haji (JCH) untuk menjaga kesehatan, karena sebagian terdeteksi memiliki riwayat gangguan hipertensi.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Trenggalek, Assaad Handayono, Senin (17/7/2017) mengatakan, penyakit hipertensi tersebut rata-rata dialami oleh jamaah yang telah berusa lanjut.

“Dari data yang kami miliki jumlah lansianya mencapai kisaran 60 persen, sehingga ada beberapa riwayat penyakit yang sudah menjadi bawaan, diantaranya darah tinggi, strooke serta yang membutuhkan kursi roda,” kata Assaad Handayono di Hall Gedung Hayam Wuruk Trenggalek.

Menurutnya, jamaah yang memili riwayat penyakit tersebut diimbau untuk menjaga kondisi kebugaran tubuh, dengan mengkonsumsi makanan bergizi, berolah raga ringan serta menghindari kegiatan yang bisa memicu stres secara berlebihan.

Meski sebagian jamaah calon haji memiliki riwayat penyakit tertentu, pihaknya memastikan seluruhnya telah siap untuk diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji.

“Hasil pemeriksaan medis semua dinyatakan istito’ah, artinya siap untuk diberangkatkan meskipun ada riwayat sakit, tapi bisa diantisipasi dengan menggunakan obat-obatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Trenggalek, Rufianto memastikan seluruh jamaah calon haji telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi.

Pihaknya mengimbau selama di tanah suci, seluruh jamaah yang terdeteksi memiliki riwayat penyakit untuk membawa obat-obatan secukupnya dan menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.

“Kami sarankan juga untuk menghindari tempat-tempat yang rawan penularan penyakit infeksi yang akut, serta minum yang cukup. Karena di sana kondisi cuaca pada siang hari cukup panas, sedangkan malam cukup dingin,” katanya.

Rufi menambahkan, JCH juga diimbau untuk tidak melakukan aktifitas selain ibadah secara berlebihan, karena tahapan yang harus dilaksanakan selama menjalankan Rukun Islam ke-lima tersebut cukup panjang dan membutuhkan kerja fisik.

“Jangan sampai lupa juga untuk membawa masker dan semprotan air, ini bisa mengurangi suhu udara saat siang hari,” imbuhnya.

Dari data di Kemenag Trenggalek jumlah JCH yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 627 yang berasal dari 14 kecamatan. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibanding jamaah haji Trenggalek tahun lalu.

“Rinciannya usia 51-60 tahun ada 240 orang, usia 61-70 tahun 188 orang, usia 71-80 sebanyak 88 orang dan usia 81-100 ada 16 orang,” jelas Assaad Handayono lagi.

Jamaah asal Trenggalek yang tergabung dalam kloter 9 dan 10 Embarkasi Surabaya akan diberangkatkan ke asrama haji pada tanggal 29 Juli, dan diterbangkan ke tanah suci pada 31 Juli 2017. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Agama dan Opini