logo seputarnusantara.com

Anggota Komisi VIII DPR RI : Lebih Baik Dana Haji Dipakai Untuk Membangun Pondokan Jemaah Haji

7 - Aug - 2017 | 14:29 | kategori:Agama dan Opini

Jakarta. Seputar Nusantara. Anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Wiranu mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam menggunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur. Menurutnya, penggunaan dana haji harus memiliki manfaat bagi jemaah haji dan kemaslahatan umat Islam.

“Profit tidak jadi kewajiban pengelolaan dana haji. Yang penting bermanfaatnya untuk jemaah haji dan kemaslahatan umat Islam. Dari sini sudah menjawab apa boleh dana haji digunakan,” ujar Umam di Restoran Puang Oca, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (6/8/2017).

Umam mengatakan selama ini ada satu hal yang jarang disampaikan dalam pengelolaan dana haji selama ini. Hal tersebut adalah soal laba atau keuntungan. Selama ini, Umam menyebut hanya ada dua hal yang menjadi titik berat dalam pengelolaan dana haji.

“Saya mau jelaskan, soal preferensi nilai UU 34 tahun 2014 tentang pengelolaan dana haji, ini penting diketahui. Bahwa selain pengelolaan dana haji itu ada yang bersifat syariat dan akuntabel, ada satu lagi yang jarang disampaikan yaitu nirlaba (tanpa keuntungan),” kata politisi Partai Demokrat ini.

Jadi, pengelolaan dana haji tak boleh mencari laba. Umam mengatakan boleh-boleh saja pemerintah menggunakan dana haji, namun ada syarat yang cukup ketat sebelum pemerintah bisa menggunakan dana haji. Karena itu, dia tidak mau Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencari laba.

“Apa boleh (dana haji digunakan), boleh saja. Sepanjang ketentuan syariat yang sudah ada di BPKH. Tapi ketat syaratnya. Sehingga kita tidak buru-buru kalau BPKH itu memprofitkan simpaman jemaah haji,” ucapnya.

Umam menjelaskan, UU 34 tahun 2014 dibuat agar pelayanan haji dari tahun ke tahun bisa semakin baik. Dirinya mengakui adanya perbaikan fasilitas pada jemaah haji semenjak Lukman Hakim Syaifuddin menjadi Menteri Agama. Namun, dia juga menyebut ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

“Sekarang penyelenggaraan haji sudah baik bagi Kemenag tapi nggak terlalu baik bagi pengawas. Pemondokan di zaman Pak Lukman sudah daket. Kalau pemondokan bisa ditanya lagi kualitasnya bagus. Tapi yang jadi soal, karena yang pergi haji banyak, jadi tidak terkontrolnya beberapa hal seperti air mati dan lain-lain,” tuturnya.

Karena itu, dia menyarankan, agar dana haji yang tersimpan lebih bermanfaat mengapa dana tersebut tidak dipakai untuk membangun pemondokan tetap di sekitar Masjidil Haram, Madinah dan Jeddah.

“Karena itu lebih manfaatkan kalau dana haji digunakan untuk jemaah haji, seperti untuk bikin asrama haji di sana. Pasti untung, kan kalau tidak musim haji bisa dipakai yang umrah,” ucap politisi Partai Demokrat tersebut.

Kedua, dia juga menyoroti masalah transportasi para jemaah haji selama di tanah suci. Dia tidak mau kejadian tahun lalu, bus untuk jemaah haji Indonesia yang mogok dan tidak miliki AC.

“Kedua transportasi Mekah-Madinah dan Mekah-Jeddah. Tahun lalu ada macet dan tidak memiliki AC, itu bisa suhu 45 derajat. Lebih bagus kalau investasi di transport untuk jemaah haji. Kalau tidak musim haji bisa dipakai untuk umrah,” tuturnya.

“Itu yang digunakan sebesar-besarnya untuk jemaah haji dan umat Islam,” tutupnya. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Agama dan Opini