logo seputarnusantara.com

Ketua Komisi IX DPR RI : Harus Ada Standar Penanganan Pasien Emergency

12 - Sep - 2017 | 00:25 | kategori:Nasional

Jakarta. Seputar Nusantara. Bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) meninggal diduga karena tak ditangani RS Mitra Keluarga, Kalideres yang meminta uang muka biaya rawat lebih dahulu. Tindakan RS itu dinilai tidak tepat dan bertentangan dengan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, UU tersebut jangan sampai ditafsirkan berbeda oleh pihak rumah sakit. Untuk itu, pihaknya akan membahas peraturan tersebut.

“Kita membahas peraturan ini jangan sampai UU ini diinterpretasikan (tafsir) berbeda-beda oleh RS. Jadi harus ada SOP yang jelas. Target kita adalah Kementerian Kesehatan segera duduk bersama stake holder lainnya baik swasta maupun pemerintah untuk membuat SOP standar dalam penanganan emergency,” kata Dede Yusuf di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Dede menambahkan, tindakan SOP dalam hal medis, teknis dan administrasi tidak boleh bertubrukan. Karena Rumah Sakit juga dilarang meminta uang sesuai UU Kesehatan.

“Dokter ini pasti mengurus masalah kemanusiannya, sebetulnya juga dia (dokter) memiliki kemampuan membawa tindakan medis tanpa harus melalui administrasi. Karena harus mendahului penanganan secepatnya. Jadi SOP ini yang kita rumuskan,” jelas nya.

“Oleh karena itu turunan UU Kesehatan ini harus ada agar tidak bias,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Debora dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Namun diduga pihak rumah sakit menolak menanganinya karena pihak keluarga tak membayar uang muka dari total biaya Rp 19.800.000, uang muka yang diminta Rp 11 juta.

Kondisi Debora semakin turun hingga akhirnya menghembuskan napas terkahir di RS Mitra Keluarga. Komisi IX pun mendesak Kemenkes untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak rumah sakit atas kelalaian itu. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.