logo seputarnusantara.com

Nenek Fatonah Tinggal Seorang Diri di Gubuk Tengah Sawah di Brebes- Jawa Tengah

25 - Jan - 2018 | 15:03 | kategori:Nasional

Brebes. Seputar Nusantara. Seorang nenek bernama Fatonah (61) tinggal sendirian di sebuah gubuk tengah sawah di Brebes- Jawa Tengah. Seperti apa kondisinya?

Warga Desa Ciampel, Kecamatan Kersana, Brebes, Jawa Tengah ini sehari-hari hidup dengan mencari dan mengumpulkan barang bekas.

Hasil penjualan barang bekas inilah yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebagai warga miskin, selama ini rutin mendapatkan jatah beras miskin. Fatonah juga mendapatkan fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Selama lebih dari dua tahun, dia menempati bangunan gubuk sawah berukuran 2 x 3 meter di atas sebidang tanah milik PG Kersana.

Pada sisi bangunan gubuk, tidak ada pelindung yang memadai dari hawa dingin saat malam hari. Hanya ada selembar plastik terpal pada salah satu sisinya. Itu pun sudah rusak dan berlubang di sana sini.

Di bagian dalam gubuk, ada sebuah dipan kayu ukuran 40×125 cm yang dipakai untuk tidur. Sementara perabotan rumah tangga dibiarkan berserakan memenuhi ruangan dalam gubuk.

Untuk keperluan mandi, Fatonah memanfaatkan air dari sawah. Sebuah cobekan kecil dibuat untuk membendung dan mengendapkan air sawah. Air inilah yang digunakannya untuk mandi dan cuci.

Fatonah mengaku, pernah memiliki keluarga. Dia pernah menikah dan memiliki anak. Namun anaknya meninggal di usia 7 bulan. Suaminya pun telah meninggal dunia.

Beberapa tahun silam, keluarga Fatonah juga pernah memiliki rumah kecil yang layak huni. Namun sejak ditinggal anak dan suami, dia akhirnya menjual rumah tersebut. Dia kemudian merantau ke Riau dan bekerja sebagai juru masak pada perusahaan kontraktor.

Sepulang dari perantauan, Fatonah menumpang hidup pada kerabatnya. Namun kondisi ini hanya bertahan 15 hari. Merasa menjadi beban orang lain, dia akhirnya memilih hidup sendiri. Nenek Fatonah akhirnya menemukan sebuah gubuk di tengah sawah sampai sekarang.

“Saya sudah dua tahun menempati gubuk ini. Sudah betah di sini. Memang kalau hujan terasa dingin tapi tidak apa-apa,” ujar Fatonah, saat ditemui di gubuknya, Kamis (25/1/2018).

Meski hidup sebatang kara, Fatonah mengaku tetap bisa bekerja mencari nafkah. Setiap hari, dia mencari dan mengumpulkan barang bekas seperti botol plastik. Setelah terkumpul, dia akan menjualnya pada pengepul.

“Hasilnya tidak menentu. Biasanya saya menjualnya 4 atau 5 hari sekali. Dapatnya Rp 15 ribu kadang Rp 20 ribu,” tuturnya. (dtc/ Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.