logo seputarnusantara.com

Sukmawati Kembali Dipolisikan, Kali Ini oleh Tim Pembela Ulama

4 - Apr - 2018 | 14:26 | kategori:Politik

Jakarta. Seputar Nusantara. Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersama Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia(GMII) melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri.

Puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibawakan Sukmawati dinilai menista agama Islam.

Pantauan media, sebanyak 3 orang dari TPUA tiba di Gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Rabu (4/4/2018) pukul 10.00 WIB.

Selang 15 menit, 8 orang dari GMMI juga hadir dengan memakai almater warna hijau bertuliskan ‘Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia’ di bagian punggung.

“Kami melaporkan Sukmawati Soekarnoputri terkait penistaan agama,” kata Wakil TPUA Azam kepada wartawan.

Azam menilai tidak seharusnya Ketua Umum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme tersebut membandingkan ajaran Islam dengan hal yang berkaitan dengan duniawi. Membandingkan keduanya sama saja dengan melecehkan ajaran Islam.

“Dia menyamakan cadar itu malah kalah sama konde. Nah, ini ngaco. Terus yang kedua, tapi azan itu kalah ya dengan suara lagu kidung. Azan itu mengajak kebaikan dilengkapi dengan Rasululah Hayya ‘alash sholah, yaitu tentang masalah azan mengajak orang untuk salat. Kapan lagu kidung ini bisa melampaui azan merdunya. Nah, ini yang disebut penghinaan, pelecehan termasuk penodaan dalam Islam,” ucap Azam.

Azam berkata, seharusnya Sukmawati tidak perlu mencatut kata cadar dan azan bila tidak memahami syariat Islam.

“Nah kalau dia Muslim dia nggak tahu syariat Islam ya diam. Kalau nggak tahu syariat Islam ya jangan dipaksakan dong untuk mengembangkan bahasa, belajar tentang syariat Islam dan ingat azan dan itu, cadar, bagian dari syariat Islam. Artinya diatur itu, bukan sembarangan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua LBH GMMI Muhammad Fikri. Dia menyesalkan Sukmawati menyinggung soal cadar dan azan dalam puisinya.

“Karena dia (cadar dan azan) dalam pedoman, dalam kaidah kita. Kalau orang nggak tahu nggak usahlah banyak bicara, yang kita ketahui, dalam puisi itu dia nggak tahu tentang syariat Islam, tetapi kenapa dia bawa-bawa soal azan dan cadar,” ucapnya.

“Kita juga sering berorasi dengan puisi, tetapi puisi tentunya tidak dengan SARA, puisi itu aksara bukan SARA. Puisi itu bagaimana mengaitkan suatu kejadian dengan membandingkan suatu metode atau tidak dengan syariat tertentu,” ucap mahasiswa Universitas Krisnadwipayana ini.

Laporan TPUA terima Bareskrim Polri dengan laporan bernomor LP/341/IV/2018/Bareskrim dan GMNII dengan laporan nomor LP/343/IV/2018/Bareskrim. Sukmawati diduga melanggar dugaan tindak pidana penistaan agama sesuai Pasal 156 dan 156 a KUHP. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Politik | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Politik