logo seputarnusantara.com

H. Fadholi : Elit Politik Harus Ciptakan Situasi Kondusif di Tahun Politik

H. Fadholi : Elit Politik Harus Ciptakan Situasi Kondusif di Tahun Politik

Drs. H. Fadholi, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat)

10 - Apr - 2018 | 20:21 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Tahun 2018 ini merupakan tahun politik.

Sebab, pada Juni 2018 akan berlangsung Pilkada serentak seluruh Indonesia.

Kemudian, pada April 2019 nanti, akan berlangsung Pemilu Legislatif dan Pilpres yang dilaksanakan secara serentak.

Pilkada serentak pada Juni 2018 nanti, adalah Pilkada dalam rangka Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur, Bupati & Wakil Bupati, serta Walikota & Wakil Walikota.

Tentu dengan akan dilangsungkannya Pilkada serentak pada Juni 2018 nanti dan Pileg serta Pilpres 2019 nanti, suhu politik makin memanas.

Menurut Drs. H. Fadholi, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat), bahwa pada tahun 2018 ini akan berlangsung Pilkada serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tentunya, para tokoh- tokoh dan elit politik yang berkaitan dengan Pilkada tersebut, sudah melakukan persiapan guna memenangkan pertarungan.

” Disamping Pilkada serentak 2018 ini, tidak lama lagi juga akan berlangsung pesta demokrasi berupa Pemilihan Legislatif dan Pilpres pada 2019. Tentunya, para elit politik sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk meraih kemenangan,” ungkap H. Fadholi kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 10 April 2018.

Fadholi memaparkan, yang terpenting, dalam situasi seperti sekarang ini, dimana suhu politik makin memanas, para elit politik harus bermain politik secara arif dan bijaksana. Demikian juga masyarakat, disaat seperti ini, masyarakat harus lebih dewasa lagi menyikapi berbagai persoalan yang ada sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal- hal yang negatif.

” Elit politik wajib menciptakan situasi yang kondusif ditengah- tengah situasi yang makin memanas ini. Dan masyarakat harus lebih dewasa dan cermat dalam menentukan pilihannya, sehingga akan melahirkan pemimpin- pemimpin yang bijaksana,” tegas Fadholi.

Kemudian, lanjutnya, dirinya yakin bahwa masyarakat saat ini sudah dewasa dan akan mampu mendewasakan diri dalam berpolitik. Masyarakat tentu sudah paham siapa yang selama ini menjalankan amanah ketika memimpin. Masyarakat perlu realitas, masyarakat butuh bukti bukan hanya janji- janji.

” Masyarakat tentunya butuh bukti. Para pemimpin yang hanya mengumbar janji- janji saat kampanye, tetapi tidak diimplementasikan ketika sudah jadi pemimpin, tentu akan ditinggalkan oleh rakyat dan tidak akan dipilih lagi. Jadi, buatlah program yang realistis saat kampanye, sehingga akan mudah dijalankan saat menjadi pemimpin,” terang Politisi Partai NasDem ini.

Menurut Fadholi, implementasi program tersebut tentu berkaitan dengan anggaran negara. Jadi, kalau program nya muluk- muluk saat kampanye dan tidak sesuai dengan realitas anggaran negara, sudah barang tentu akan berat untuk dilaksanakan.

” Program itu konsekwensinya dengan anggaran negara, jadi sesuaikan program dengan kemampuan anggaran negara. Jangan sampai program nya tinggi, tetapi memberatkan anggaran negara. Oleh karena itu, kemampuan anggaran negara harus dicermati sebelum membuat janji- janji dan program yang muluk- muluk. Lebih baik buat program yang realistis saja,” tegasnya.

Fadholi menyarankan agar bagaimana caranya supaya cost politic (biaya politik, red.) itu tidak memberatkan para calon, baik calon legislatif maupun eksekutif. Karena, biaya yang sudah dikeluarkan oleh negara sangat besar dalam rangka pesta demokrasi. Maka, sebaiknya cost politic yang dikeluarkan oleh para calon pemimpin bisa lebih minim.

” Kalau biaya politik sangat besar yang dikeluarkan oleh negara, kemudian ditambah dengan biaya yang besar dari masing- masing calon, apalagi ditambah dengan pengkondisian yang melanggar hukum seperti money politics, maka saya yakin akan melahirkan pemimpin- pemimpin yang tidak baik,” pungkas Fadholi di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.