logo seputarnusantara.com

Kurang dari Seminggu, 58 Warga Jawa Barat Tewas Tenggak Miras Oplosan

12 - Apr - 2018 | 19:14 | kategori:Hukum

Kabupaten Bandung. Seputar Nusantara. Kurang dari seminggu, sebanyak 58 warga Jabar tewas menenggak miras oplosan.

Pemabuk yang tewas itu dari lima daerah di Jawa Barat.

“Total 58 orang, 41 orang warga Kabupaten Bandung, 7 orang warga Kota Bandung, 7 orang warga Sukabumi, 2 orang warga Cianjur dan terakhir tadi malam 1 orang warga Ciamis,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam gelar perkara miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (12/4/2018).

Untuk 41 warga Cicalengka Kabupaten Bandung yang tewas, menurut Agung, mereka menenggak miras oplosan yang biasa disebut ginseng produksi Syamsudin Simbolon (SS). Syamsudin kini masih buron.

Kasus ini berhasil diungkap setelah polisi menangkap, Julianto Silalahi yang merupakan penjual miras oplosan dan Hamciak Manik istri Syamsudin Simbolon. “Miras oplosan ini diproduksi oleh SS, masih DPO dan M (MH), tersangka istri dari SS,” ungkapnya.

Tersangka meracik miras oplosan itu bersama tiga pegawainya Asep, Uwa dan Soni. Agung menuturkan, bahan baku miras oplosan itu di antaranya air mineral, alkohol, minuman berenergi serbuk, pewarna makanan RedBell yang dicampurkan dan dimasukan ke dalam botol kosong lalu diberi label.

“Kami pastikan ini produsennya. Dari hasil pemeriksaan di mulai dari tahun 2017, diedarkan ke empat agen satu di Nagreg, dua di Cicalengka dan satu di Cibiru (Kota Bandung),” ujarnya.

Agung menjelaskan barang bukti miras oplosan yang diamankan dari tempat produksi milik Syamsudin Simbolon mirip dengan barang bukti miras oplosan yang ditenggak oleh tujuh orang korban miras oplosan di Kota Bandung.

“Di Polrestabes (Bandung), di lihat dari barbuk mirip dengan miras ginseng di Cicalengka, ada kemungkinan dikirim ke Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, miras oplosan yang ditenggak oleh warga Sukabumi, Cianjur dan Ciamis, jenisnya berbeda dan tidak ada keterkaitan dengan miras yang ada di Cicalengka.

Agung mengimbau kepada masyarakat Jabar jangan cepat tergoda jika ada yang menjual minuman Minola Ginseng, padahal isinya metanol, yang biasa ada dalam kandungan spirtus.

“Hasil uji laboratorium forensik yang kita minum dampaknya pertama kita akan sesak nafas, akan mual, setelah mual dan muntah, mual dan muntah maka tidak dapat bernafas,” imbaunya.

Dalam penggeledahan di rumah mewah milik DPO Syamsudin Simbolon, polisi berhasil menyita, miras oplosan sebanyak 224 dus atau 5.376 botol kemasan 600 ml, bahan dasar air mineral merk Minola sebanyak 115 Dus, pewarna makanan merk RedBell sebanyak 39 dus atau 568 botol kecil, alkohol sebanyak 23 jerigen ukuran 25 liter, 66 dus minuman berenergi merk Kuku Bima.

Selain itu, polisi juga menyita alat ukur alkohol sebanyak 3 buah, ember besar sebanyak 27 buah, ember Kecil sebanyak 4 buah, saringan sebanyak 3 buah, teko plastik sebanyak 20 buah, jerigen Kosong bekas alkohol sebanyak 34 jerigen, botol kosong sebanyak 6 dus, tutup botol plastik warna biru (jumlah banyak), segel plastik warna putih (jumlah banyak), lakban kuning dan lakban putih.

Polisi tidak dapat menjelaskan kadar alkohol yang ada di dalam miras oplosan itu karena saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap Syamsudin Simbolon dan tiga pegawainya. Sementara itu, untuk dua orang tersangka Julianto Silalahi dan Hamciak Manik terancam kurungan 15 tahun penjara. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Hukum | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Hukum