logo seputarnusantara.com

Suap Selamatkan Ibu, Anggota DPR Aditya Moha Dituntut 6 Tahun Bui

Suap Selamatkan Ibu, Anggota DPR Aditya Moha Dituntut 6 Tahun Bui

Aditya Moha, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (Golongan Karya)/ tersangka suap

9 - May - 2018 | 15:35 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha Siahaan dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Aditya Moha diyakini jaksa KPK memberikan suap SGD 110 ribu kepada eks ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Aditya Moha Siahaan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar jaksa KPK Ali Fikri membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).

Jaksa menyebutkan uang suap diberikan Aditya secara bertahap untuk mempengaruhi putusan hakim dalam pengadilan tingkat banding terhadap ibunya, Marlina Moha Siahaan.

Uang itu diberi Aditya di rumah Sudiwardono di Yogyakarta pada 12 Agustus 2017. Aditya menyerahkan SGD 80 ribu di Yogyakarta dengan alasan agar ibunya bisa diputus bebas.

Awalnya, Aditya Moha mendapatkan nomor telepon Sudiwardono melalui Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palu Lexsy Mamonto pada 26 Juli 2017 di Banyuwangi, yang menyampaikan akan ada orang yang dipanggil Ustazd menghubungi terkait perkara Marlina. Kemudian keduanya bertemu untuk membahas perkara Marlina.

“Sudiwardono menyatakan kalau ibu bebas disiapkan uang tambahan SGD 40 ribu dan membayar kamar di hotel Alila Jakarta,” tutur jaksa.

Setelah itu, jaksa mengatakan Aditya Moha dengan Sudiwardono bertemu di Hotel Alila, Jakarta Pusat pada 6 Oktober 2017. Tujuan pertemuan itu, Aditya ingin memenuhi permintaan Sudiwardono untuk memberikan uang SGD 40 ribu.

“Sudiwardono pergi ke Hotel Alila, Jakarta. Sudiwarodono dihubungi Aditya untuk memberikan SGD 30 ribu, sisa uang SGD 10 ribu akan diberikan seluruh kepada Sudiwardono yang disimpan di mobil terdakwa. Setelah memberikan uang dijanjikan, turun dari lift yang ditemui petugas KPK dan melalukan pengeledahan terdapat uang,” ujar jaksa. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.