logo seputarnusantara.com

25 Jam Teror BOM di Jawa Timur : 21 Warga Meninggal, 13 Pelaku Tewas

25 Jam Teror BOM di Jawa Timur : 21 Warga Meninggal, 13 Pelaku Tewas

Bom Surabaya- Jawa Timur

14 - May - 2018 | 13:42 | kategori:Headline

Surabaya. Seputar Nusantara. Rentetan teror bom terjadi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, dalam 25 jam terakhir.

Total ada 21 warga yang menjadi korban tewas dalam insiden mengenaskan tersebut.

“Saya ingin update jumlah korban secara menyeluruh, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo, hingga hari ini. Total ada 21 orang masyarakat meninggal pagi ini di Surabaya. Kemudian 13 pelaku tewas,” ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Selain itu, terkait pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, Mahcfud mengatakan semuanya satu keluarga. “Perlu saya sampaikan, kejadian (pengeboman) yang di Sidoarjo dan Surabaya semuanya satu keluarga,” jelas Machfud.

Pengeboman pertama terjadi pada Minggu (13/5) pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. Menyusul kemudian ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno serta Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Tiga lokasi itu berada di Surabaya.

Pada malam harinya, sekitar pukul 21.20 WIB, ledakan bom lain terjadi di sebuah rusunawa di kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa itu, 3 terduga pelaku teror tewas, yaitu Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

Kemudian, pada Senin (14/5) pukul 08.50 WIB, bom kembali meledak di depan Polrestabes Surabaya. Polisi memastikan 4 pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya tewas. Pelaku mendatangi Mapolrestabes dengan mengendarai 2 sepeda motor.

“Tetapi identitas masih kita lakukan identifikasi mencocokkan semua data-data itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018). (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.