logo seputarnusantara.com

KPK Berburu 2 Kepala Daerah Yakni Walikota Blitar & Bupati Tulungagung

KPK Berburu 2 Kepala Daerah Yakni Walikota Blitar & Bupati Tulungagung

8 - Jun - 2018 | 21:18 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. KPK tengah mencari keberadaan Wailkota Blitar 2016- 2021 M. Samanhudi Anwar dan Bupati Tulungagung periode 2013- 2018 Syahri Mulyo.

Keduanya tengah diburu KPK berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT).

Baik Samanhudi maupun Syahri telah berstatus tersangka, tetapi lolos dari OTT yang digelar pada Rabu, 6 Juni 2018 kemarin.

Dua kepala daerah itu disebut KPK menerima suap dari seorang kontraktor bernama Susilo Prabowo berkaitan dengan 2 proyek di wilayahnya masing-masing.

Syahri sebelumnya disebut menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri yaitu Rp 2,5 miliar. Namun, uang yang berhasil disita KPK hanya Rp 1 miliar.

Sedangkan Samanhudi diduga menerima Rp 1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Fee itu diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian Samanhudi dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persennya akan dibagi-bagikan kepada dinas.

“KPK mengimbau agar Bupati Tulungagung dan Wali Kota Blitar agar bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri ke KPK,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/6/2018).

Namun status keduanya belum dimasukkan KPK dalam daftar pencarian orang (DPO). KPK masih menunggu iktikad baik kedua kepala daerah itu untuk menyerahkan diri.

“Saya pikir kalau waktu yang dibatasi, makin cepat makin bagus. (Apabila tidak kooperatif) Ya kan panggil paksa, mau nggak mau,” sebut Saut.

Selain keduanya, 4 tersangka lain yang ditetapkan yaitu Agung Prayitno selaku swasta dan Sutrisno selaku Kadis PUPR Pemkab Tulungagung (keduanya sebagai penerima suap di kasus Tulungagung) serta Bambang Purnomo selaku swasta sebagai penerima di kasus Blitar. Sedangkan untuk pemberi suap yaitu Susilo Prabowo yang dijerat baik dalam perkara di Tulungagung maupun di Blitar. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline