logo seputarnusantara.com

Begini Gaya Kepemimpinan Nadiem Makarim di Go-Jek

2 - Jul - 2018 | 14:48 | kategori:Tokoh

Jakarta. Seputar Nusantara. Sebagai CEO dan pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim dianggap telah membantu perekonomian Indonesia dengan menggerakkan lebih dari satu juta pengemudi.

Saat menjadi pembicara dalam konferensi Bloomberg Year Ahead Asia di Jakarta, pria 33 tahun ini berbagi cerita bagaimana dirinya memimpin Go-Jek.

Bagaimanapun, menurutnya, perjalanan yang ia tempuh selama 8 tahun ini tidak selalu berjalan mulus. Pengalaman yang ia dapatkan telah mengajarkannya banyak hal mengenai cara memimpin dan manajemen.

Melibatkan karyawan

“Sebagai pemimpin, kadang kita merasa tahu apa yang paling tepat untuk bisnis kita, dan memang natural untuk memiliki insting seperti itu,” kata Nadiem seperti dikutip dari CNBC, Senin (2/7/2018).

Namun menurutnya, sikap seperti ini bisa menjadi bumerang bagi para pemimpin perusahaan. Terkadang, pemimpin perusahaan membohongi diri mereka sendiri tentang hal-hal seperti itu.

“Semakin tinggi posisi Anda, dan semakin besar perusahaan Anda, orang-orang semakin ragu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka pikirkan,” sebutnya.

Ini adalah nasib yang menimpa banyak pemimpin, termasuk CEO Uber Travis Kalanick yang dulunya adalah salah satu kompetitor Go-Jek, kini mengundurkan diri karena banyaknya kritik terhadap kepemimpinannya.


Untuk itu, Nadiem secara aktif mendorong diskusi-diskusi kolaboratif dan melibatkan pekerja lapangan untuk membantunya dalam proses pengambilan keputusan. Mulai dari para pengemudi Go-Jek, Go-Food dan layanan lainnya.

“Banyaknya orang dengan cara-cara berbeda untuk mencapai sebuah visi adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Jadi, mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu berkata ‘tidak’ dan mengajukan cara lain sangat penting adanya,” ungkap Nadiem.

Keragaman pemikiran dan ambisi juga sangat penting untuk menyetir bisnis Go-Jek ke depan. Makarim menjelaskan bahwa ia menganggap salah satu tugasnya adalah untuk memicu dua hal itu dari para staffnya.

Dia juga menjelaskan tentang pentingnya membangun kepercayaan diri timnya agar mereka terpacu memberikan layanan yang lebih baik.

Delegasi semacam itu penting, mengingat Go-Jek akan melebarkan sayapnya ke Thailand dan Vietnam. Bisnis transportasi yang akan menggunakan brand Go-Viet dan Get itu akan berjalan secara mandiri, namun didukung dan dimentoring Go-Jek dan partner lokal mereka. (dtc/ Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Tokoh | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.