logo seputarnusantara.com

Menag Ungkap Lobi Pindahkan Proses Imigrasi Jamaah Haji ke Embarkasi

2 - Jul - 2018 | 14:52 | kategori:Agama dan Opini

Jakarta. Seputar Nusantara. Mulai tahun ini, mayoritas proses imigrasi untuk jemaah haji yang dulunya dilakukan di Bandara Arab Saudi akan dilakukan di embarkasi.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengungkap perjuangan lobi-lobi pemindahan imigrasi ini.

Lukman mengatakan upaya untuk memindahkan proses imigrasi dari Arab Saudi itu sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

Kemenag, lanjut Lukman, telah melihat adanya persoalan tiap kali jemaah haji tiba di bandara Madinah atau Jeddah. Proses yang dilakukan antara lain scan 10 sidik jari, mata dan wajah.

“Saat jemaah tiba mereka diharuskan untuk melakukan proses imigrasi. Dalam satu kloter yang jumlahnya bisa mencapai 450 orang, proses itu bisa mencapai 3 sampai 4 jam. Itu menyebabkan stamina jemaah berkurang,” ujar Lukman dalam acara pembekalan petugas Media Center Haji di Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Kerajaan Arab Saudi bergeming dengan permintaan Indonesia untuk memindahkan proses imigrasi itu. Mereka beralasan proses pengurusan imigrasi memang seharusnya hanya bisa dilakukan ketika seseorang masuk ke dalam wilayah negara lain, dalam hal ini Arab Saudi.

“Keberatan Arab Saudi sebenarnya juga masuk akal. Karena once dia (Arab Saudi) setuju, maka orang tersebut langsung menjadi tanggungan dia. Padahal kan orang itu (dalam mekanisme yang dimohonkan pemerintah Indonesia) belum masuk ke negara Arab Saudi.,” ujar Lukman.

Lalu bagaimana akhirnya Kemenag bisa meyakinkan Arab Saudi hingga akhirnya proses imigrasi bisa dipindah ke Indonesia? Kemenag memberikan jaminan bahwa mereka akan menjaga para jemaah haji akan langsung ke Arab Saudi setelah ‘dicap’ oleh petugas imigrasi Saudi.

“Kami (Kemenag) sampaikan bahwa kami akan jamin keselamatan dan lain-lain. Bahwa mereka akan kami jamin setelah dari embarkasi maka akan langsung masuk bus, busnya pun nanti disegel dan langsung menuju bandara,” kata Lukman.

Dari jaminan yang diberikan Kemenag itu, lanjut Lukman, muncul jalan tengah. Jalan tengah ini yang kemudian disepakati pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

“Lalu akhirnya ketemu kompromi. Komprominya adalah, oke semua bisa dilakukan di embarkasi. Tapi ada yang harus dilakukan di bandara Jeddah ataupun di Mekah untuk verifikasi saja. Untuk memastikan bahwa orang ini adalah betul jemaah haji dari Indonesia. Dengan cek salah satu sidik jari saja. Salah satu jari saja. Untuk memastikan bahwa sidik jari itu connect dengan seluruh data,” sambung Lukman.

Lobi Kemenag tak cuma sampai di situ saja. Khusus untuk para jemaah haji yang bertolak dari bandara Soekarno Hatta dan bandara Surabaya, proses verifikasi yang hanya satu jari itu pun bisa dilakukan di bandara tanah air.

“Khusus jemaah haji dari Soekarno Hatta dan Surabaya mereka verifikasinya tidak di Saudi Arabia, tapi di bandara kita. Jadi begitu mereka keluar dari bandara di Jeddah dan Madinah, mereka bisa masuk ke bus. Bisa jauh lebih cepat karena proses verifikasinya ada di bandara di Indonesia yakni di bandara Soekarno Hatta dan Surabaya,” pungkas Lukman. (dtc/ Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Agama dan Opini