logo seputarnusantara.com

Kisah TGB Zainul Majdi, Dulu Timses Prabowo Kini Dukung Jokowi 2 Periode

Kisah TGB Zainul Majdi, Dulu Timses Prabowo Kini Dukung Jokowi 2 Periode

TGB Zainul Majdi (berpeci) dan Jokowi

6 - Jul - 2018 | 13:35 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Saat ada pertanyaan, apa yang dilaporkan TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan kunjungan kerja pertama kali ke Nusa Tenggara Barat pada 10 April 2015, maka jawabannya di luar dugaan.

Sang Gubernur TGB ketika itu justru melaporkan peta politik di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Kepada Presiden, TGB melaporkan bahwa di 2014 dia menjadi Ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang tak lain adalah lawan Jokowi di Pilpres.

“Saya dulu ketua tim pemenangan Prabowo di NTB 2014. Ketika Pak Jokowi datang pertama kali kunker, itu yang pertama kali saya sampaikan kepada Presiden. Bahwa saya adalah ketua tim pemenangan Prabowo di daerah ini saat pemilu,” kata TGB, Senin 26 Maret 2018.

Mendapat laporan tersebut, kata TGB, Jokowi hanya tertawa saja. Padahal di bawah kendali TGB, tim pemenangan Prabowo-Hatta memetik kemenangan. Di NTB duet Prabowo-Hatta menang telak dengan perolehan 1.844.178 suara (72,45%). Ada pun Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya memperoleh 701.238 suara (27,54).

Di 2014 total jumlah pemilih di NTB sebanyak 2.545.416 dengan jumlah DPT 3.522.679. Warga yang memberikan hak pilih sebanyak 2.569.997 atau 71,79 persen. Sementara Warga yang tidak memberikan hak pilih berjumlah 1.009.562 jiwa.

Meski menderita kekalahan telak di NTB, Jokowi rupanya memberikan perhatian lebih untuk provinsi seluas 18.572,32 kilo meter persegi itu. Dalam catatan detikcom, selama menjabat Presiden Jokowi sudah tujuh kali ke NTB.

Salah satu yang menjadi perhatian Jokowi adalah proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, megaproyek yang disebut dapat menyerap 58.000 tenaga kerja dengan investasi sebesar Rp 13 triliun lebih. TGB merasa di masa Jokowi terjadi percepatan pembangunan di NTB, khususnya KEK Mandalika.

Dia khawatir pembangunan itu jadi mandek ketika ada pergantian kepemimpinan. “Saya tidak bisa membayangkan kalau KEK Mandalika yang sekarang sedang berlari ini lalu terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat nasional, bisa saja mandek atau stuck dan itu cost-nya besar sekali. Tidak hanya cost infrastruktur yang sudah terbangun, tapi juga sosial,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7/2018) kemarin.

TGB, mantan Ketua DPD Demokrat NTB itu pun secara tegas menyatakan mendukung Presiden Jokowi melanjutkan kepemimpinan untuk periode dua. “Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin. Beliau layak dan pantas diberi kesempatan 2 periode,” tegasnya.

Riwayat Politik

Tuan Guru Bajang, lahir di Pancor, Selong, NTB, 31 Mei 1972. Karier politiknya dimulai pada anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Bulan Bintang. Pada 2008 dia maju pemilihan gubernur NTB dengan didukung PBB dan Partai Keadilan Sejahtera.

TGB pun terpilih sebagai Gubernur NTB untuk masa jabatan 2008-2013. Pada 2011 dia menyeberang ke Partai Demokrat. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu langsung mempercayakan kursi Ketua DPD PD NTB ke Tuan Guru Bajang.

Pada 2013, TGB terpilih kembali sebagai Gubernur NTB setelah didukung Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PPP, PAN, Gerindra dan PKB di Pilgub.

Di 2014, TGB dipercaya memimpin Tim Pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta di NTB. Dia sukses mengantar Prabowo-Hatta memetik kemenangan atas Jokowi-JK. Kini, TGB menyatakan dukungannya untuk Jokowi 2 periode menjadi Presiden. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.