logo seputarnusantara.com

Apakah Benar Mengkonsumsi Lebih Banyak Ikan Bisa Memperpanjang Usia Manusia? Inilah Penjelasan Ahli

23 - Jul - 2018 | 18:09 | kategori:Agama dan Opini

Jakarta. Seputar Nusantara. Banyak manfaat yang dirasakan tubuh jika Anda sering mengonsumsi ikan.

Salah satunya bisa memperpanjang umur.

Benaraah? Ini kata ahli.

Ikan kaya akan protein, vitamin, dan minyak sehat. Minyak ikan sendiri kaya akan asam lemak Omega-3. Beberapa tahun belakangan, minyak ikan jadi perhatian para peneliti dan produsen suplemen.

Penelitian terbaru mengungkap kalau ikan bisa tingkatkan kesehatan radiovaskular dan kurangi peradangan. Para ahli menyelidiki data dari NIH?AARP Diet and Health Study, sebuah penelitian terbesar soal kesehatan dan makanan. Penelitian tersebut diikuti sebanyak 240.729 pria dan 180.580 wanita selama 16 tahun.

Peserta wajib memberikan informasi seputar pola makan. Para ahli juga selalu memantau kesehatan peserta. Selama proses penelitian, sebanyak 54.230 pria dan 30.882 wanita meninggal dunia.

Dari penelitain itu, disimpulkan jika konsumsi Omega-3 punya banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya bisa memperpanjang usia lapor Medical News Today (22/7).

Penelitian itu juga menyimpulkan kalau pria yang mengonsumsi ikan paling banyak punya risiko kematian sebesar 9 persen lebih rendah dibanding pria yang mengonsumsi sedikit ikan.

Para peneliti juga menjabarkan keuntungan lain yang dimiliki pria pengonsumsi ikan. Diantaranya, penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 10 persen, penurunan angka kematian akibat kanker sebesar 6 persen, penurunan angka kematian akibat penyakit pernapasan sebanyak 20 persen, dan penurunan angka kematian akibat penyakit hati kronis sebanyak 37 persen.

Sedangkan bagi wanita yang banyak mengonsumsi ikan punya penurunan angka kematian akibat penyakit radiovaskular sebesar 10 persen dan alzheimer sebanyak 38 persen.

Berfokus pada konsumsi Omega 3 para peserta, peneliti menemukan jika pria dan wanita yang konsumsi Omega 3 punya penurunan angka kematian akibat kardiovaskular sebesar 15-18 persen.

Namun, hasil ini hanya berlaku pada konsumsi daging ikan dengan cara direbus atau dikukus alias tidak berlaku pada sajian ikan goreng. Walau tak terlalu berdampak pada pria, konsumsi ikan goreng yang terlalu banyak berakibat pada peningkatan risiko penyakit pernapasan, dan kardiovaskular pada wanita.

Ini karena ikan goreng mengandung lemak trans sehingga meningkatkan kepadatan energi. Hal inilah yang memangkas kinerja Omega-3 pada tubuh. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Agama dan Opini