logo seputarnusantara.com

Anggota DPR RI Kunjungi Jembatan Kebanggaan Presiden Jokowi di Provinsi Papua

31 - Jul - 2018 | 14:37 | kategori:Daerah

Jayapura. Seputar Nusantara. Pembangunan Jembatan Holtekam yang berada di Teluk Humbold, Jayapura, Papua sudah 95% rampung.

Jembatan termengah di wilayah Timur Indonesia itu bisa digunakan Desember 2018.

Kepala Balai Jalan PUPR Wilayah XVIII Papua, Osman H. Marbun memberikan penjelasan kepada Tim Komisi V DPR RI yang sedang kunjungan kerja ke lokasi jembatan.

“Desember 2018 ini jembatan ini sudah fungsional dan diharapkan dapat diresmikan oleh Presiden RI (Joko Widodo/Jokowi) sebagai kado Natal untuk masyarakat Papua,” ujar Osman, Selasa (31/7/2018).

Osman mengatakan pembangunan Jembatan Holtekam akan berdampak luas terhadap masyarakat di Papua khususnya penduduk Jayapura. Selain meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar jembatan, karena akan dikembangkan menjadi daerah wisata dan memperpendek jalur lalu lintas menuju perbatasan Papua Nugini.

“Jembatan ini juga menjadi ikon ibu kota provinsi Papua,” tambahnya.

Ia menambahkan, bentang utama jembatan Holtekam sudah selesai dibangun, sekarang tinggal jalan pendekat kiri-kanan jembatan sepanjang 900 meter.

“Saat ini sudah dikerjakan sepanjang 750 meter tinggal 150 meter. Kemudian jalan penghubung sepanjang 8 km sedang dalam pekerjaan dan akan diselesaikan Desember 2018 ini,” katanya.

“Sebelumnya jalan penghubung ini akan dikerjakan pemerintah Kota Jayapura dan provinsi Papua, namun belakangannya ini, pemerintah kota menyerahkan pekerjaan itu ke kementerian PUPR karena keterbatasan dana pemerintah kota Jayapura yakni sepanjang 320 meter,” tambahnya.

Ketua Tim Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis menyambut baik adanya pembangunan Jembatan Holtekam. Menurutnya, jembatan ini menjadi ikon bagi Papua yang tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Jembatan ini menjadi salah satu arena wisata untuk kota Jayapura, tentu akan membawa dampak peningkatan bagi ekonomi rakyat. Hanya saja harus diatur secara baik, karena sering pembangunan membawa dampak buruk bagi sekitarnya. Ini menjadi tugas pemerintah daerah mengaturnya,” kata Fary di sela-sela peninjauan di Jembatan Holtekam.

Fary berharap pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah pembebasan lahan masyarakat secara baik.

“Jangan sampai pembangunan kita buat, tapi jadi masalah dengan masyarakat. Biasa dalam pembangunan itu, pembebasan lahan menjadi masalah, jadi kami datang untuk melihat dan mendapatkan masukan, setelah itu akan kami panggil pihak-pihak terkait untuk membicarakannya,” ujarnya. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.