logo seputarnusantara.com

564 Gempa Susulan, Tanggap Darurat Tambah 7 Hari

4 - Aug - 2018 | 22:54 | kategori:Nasional

Jakarta. Seputar Nusantara. Masa tanggap darurat penanganan gempa 6,4 SR di Lombok Timur-  NTB diperpanjang selama 7 hari ke depan.

Hingga saat ini ada 14.940 lebih rumah rusak dan 8.871 orang mengungsi dampak gempa tersebut.

“Gubernur NTB telah menyetujui perpanjangan masa tanggap darurat tersebut. Begitu juga Bupati Lombok Utara dan Lombok Timur sebagai daerah yang paling terdampak parah dari gempa bumi juga akan memperpanjang masa tanggap darurat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (4/8/2018).

Sedianya masa tanggap darurat diberlakukan hingga Minggu (5/8), namun diperpanjang hingga Sabtu (11/8). Saat ini semua bantuan belum dapat disalurkan kepada para pengungsi. Pendataan dan verifikasi rumah masih terus dilakukan.

Beberapa pertimbangan diperpanjangnya masa tanggap darurat ialah masih adanya gempa susulan yang membuat masyarakat trauma dan belum berani kembali ke rumahnya. BMKG mencatat sudah terjadi gempa susulan sebanyak 564 kali gempa hingga Sabtu (4/8) pukul 07.00 Wita.

“Kedua, masih adanya beberapa masyarakat terdampak di daerah terpencil belum tersentuh penanganan karena akses menuju lokasi yang sulit. Ketiga, masih terdapat beberapa masalah dalam penanganan pengungsi seperti terbatasnya air bersih, MCK, sanitasi, permakanan, pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, dan lainnya,” ungkap Sutopo.

Dia menambahkan, saat ini masih diperlukan penyisiran dan evakuasi di lokasi pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Alasan kelima, pemerintah dan pemerintah daerah perlu payung hukum dalam kemudahan akses baik yang menyangkut pengerahan sumber daya manusia, keuangan, logistik, teknis, dan tertib administrasi.

“Pertimbangan itulah yang melatarbelakangi perpanjangan masa periode tanggap darurat. Fakta kondisi di lapangan memang menuntut perlunya masa tanggap darurat agar memudahkan penanganan dampak gempa,” tutur Sutopo.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan telah mengajukan bantuan dana stimulan untuk rumah rusak berat dan rumah rusak ringan yang telah diverifikasi sebesar Rp 34,95 milyar kepada BNPB.

Dana itu dibutuhkan untuk perbaikan rumah rusak berat 534 unit dimana masing-masing memperoleh bantuan Rp 50 juta per unit rumah dan 825 unit rumah rusak ringan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta per unit rumah.

Saat ini BNPB masih memproses dan segera mengirimkan kepada Pemda Lombok Timur untuk selanjutnya dari Pemda menyerahkan kepada masyarakat penerima melalui rekening bank yang telah dibuat sebelumnya. Pendataan dan verifikasi kerusakan rumah masih terus dilanjutkan. (dtc/ Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.