logo seputarnusantara.com

Petani Tebu Rakyat Minta Rencana Untuk Mengimpor Gula Mentah Segera Dihentikan

14 - Aug - 2018 | 20:10 | kategori:Nasional

Pasuruan. Seputar Nusantara. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan impor raw sugar alias gula mentah.

APTRI menemukan banyak gula berbahan baku raw sugar beredar di pasaran sehingga menyebabkan harga gula petani rendah.

“Pemerintah menetapkan harga pembelian gula oleh Bulog sebesar Rp 9.700/kilogram (kg). Namun, harga gula di pasaran saat ini justru di bawah Rp 9.700/kg karena di pasaran juga beredar gula berbahan raw sugar yang diproduksi PG (pabrik gula) swasta. Makanya kami minta pemerintah membatasi atau sekaligus melarang impor raw sugar itu,” kata Koordinator APTRI Jawa Timur, A Mawardi, Selasa (14/8/2018).

Sikap APTRI tersebut, kata Mawardi, berdasarkan hasil rapat bersama pengurus APTRI 16 daerah, di PG Kedawung, Pasuruan. Ke-16 APTRI tersebut merupakan mitra dari PTPN XI yang membawahi sebanyak 16 PG di Jatim.

APTRI menyayangkan masih banyak pihak yang mengambil untung dari kebijakan impor raw sugar yang seharusnya khusus digunakan untuk industri makanan dan minuman. “Dalam hal ini kami menyoroti dua pabrik gula swasta yang menggunakan raw sugar sebagai bahan bakunya yakni PG Kebonagung dan PG Kebun Tebu Mas (KTM),” tandasnya.

Menurut Mawardi penggunaan raw sugar oleh PG swasta mematikan PG-PG plat merah (BUMN) di bawah naungan PTPN XI. Selain itu, dengan tak berdayanya PG milik pemerintah, otomatis akan mematikan para petani tebu.

“Paling tidak pemerintah melarang impor raw sugar hingga selesai masa giling dari PG-PG BUMN di bawah PTPN. Sehingga gula milik petani yang diproduksi PG-PG tersebut bisa terserap di pasaran. Selain itu dengan larangan ini, akan membuat situasi pasar tidak kacau,” imbuh Mawardi.

Pemerintah telah menetapkan bahwa HPP (Harga Pokok Produksi) sebesar Rp 9.100/kg dan harga pembelian sebesar Rp 9.700/kg serta HET (Harga Eceran tertinggi) sebesar Rp 12.500/kg. Dengan penetapan itu, menggunakan bahan baku raw sugar yang dimpor membuat biaya produksi jauh lebih murah. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.