logo seputarnusantara.com

Alumni HMI Adukan Caleg Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto Yang Dituding Berijazah Palsu ke KPU

21 - Aug - 2018 | 14:25 | kategori:Hukum

Jakarta. Seputar Nusantara. Forum Silaturahmi Alumni (FSA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi melaporkan bakal caleg DPR RI dari Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto ke KPU.

Pelaporan karena somasi ke Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mencoret Anton Sukartono, tidak digubris.

“Kita somasi Pak SBY kita kasih waktu untuk mencoret caleg dari Partai Demokrat ini, namun hingga waktu yang kami tentukan ternyata Pak SBY tidak memenuhi somasi kita. Ya mau nggak mau secara resmi kita masukan pengaduan ke KPU,” ujar Ketua FSA HMI Lintas Generasi Adel Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Adel mengatakan dirinya membawa beberapa bukti yang juga dilampirkan kepada KPU. Salah satu buktinya yaitu bukti nilai, fotocopy ijazah di Universitas Krisnadwipayana hingga informasi dari website Forlap Dikti.

“Bukti-bukti transkrip nilai yang nilainya gagal, trus fotocopy ijazah yang ada di Unkris, sama informasi laman dari Forlap Dikti yang menyatakan gelar dia itu jurusan pelancongan dan lain sebagainya lah,” kata Adel.

Selain itu, Adel mengaku siap memberikan bukti tambahan dalan pemeriksaan. Dia juga menyanggupi menghadirkan saksi dalam kasus ini.

“Kami dari FSA siap memberikan bukti-bukti bahkan siap mengantarkan saksi-saksi berapa pun jumlahnya yang diminta untuk menguatkan dugaan ini,” ujar Adel.

Adel mengatakan pihaknya meminta KPU untuk mencoret Anton dari daftar bacaleg. Namun bila hal ini tidak dilakukan maka laporan akan kembali dilanjutkan ke Bareskrim

“Kalau dia nggak mau mundur ya dicoret sama KPU. Cuma karena SBY nggak mau mencoret maka terpaksa kita minta KPU untuk mencoret dari daftar caleg Partai Demokrat. Kalau KPU tidak mau mencoret, akan kita lanjutkan laporan ke bareskrim, karena ini ada tindak pidananya,” tuturnya.

Sebelumnya, Adel melayangkan somasi kepada Anton dan SBY terkait pencalegan. Anton diduga telah memalsukan gelar dan ijazahnya sejak menjadi anggota DPR RI pada periode 2009- 2014 dan 2014- 2019. Sedangkan SBY disomasi karena punya kewenangan membatalkan pencalegan Anton.

Anton sudah menepis tudingan tersebut. Anton menegaskan dirinya tak menggunakan ijazah palsu.

“Tuduhan itu tidak berdasar dan fitnah. Saya sudah memenuhi semua syarat-syarat pencalonan yang diatur dengan jelas dan tegas oleh UU,” kata Anton dalam keterangannya, (20/8/2018).

Anton meminta penuduh memeriksa Daftar Caleg Sementara (DCS) dan Daftar Caleg Tetap (DCT) Pemilu 2009 dan 2014. Dia mengklaim dua pencalonan sebelumnya tak bermasalah. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Hukum | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Hukum