logo seputarnusantara.com

Sapi Presiden Jokowi Yang Dikurbankan di Masjid Al Akbar Surabaya, Beratnya 1 Ton

21 - Aug - 2018 | 14:31 | kategori:Nasional

Surabaya. Seputar Nusantara. Presiden Joko Widodo membeli seekor sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) untuk dikurbankan di Masjid Al-Akbar Surabaya- Jawa Timur.

Sapi yang berasal dari Desa Takerharco, Kecamatan Solokuro, Lamongan ini diketahui memiliki berat 1.050 kilogram atau 1,05 ton.

“Sapi ini beratnya 1 ton 50 kilogram, jenisnya peranakan ongole. Tinggi badan 152, panjang badan 170 umur 4,5 tahun,” ujar pemilik sapi Sawiyan saat mengantarkan Sapi Jokowi di Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (21/8/2018).

Sawiyan mengatakan sapinya ini setiap tahun memenangkan kontes kecantikan sapi. Sapi tersebut memang dibesarkan dengan baik oleh Sawiyan, terlihat dari kulitnya yang putih bersih dan terawat.

“Setiap tahun menang, ya perawatannya biasa dikasih makan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sawiyan juga mengungkapkan sapinya ini biasanya dijual seharga Rp 80-90 juta. Namun khusus untuk Presiden Jokowi, dia menjual sapinya hanya Rp 56 juta. Sawiyan mengaku ada kebanggaan tersendiri jika sapinya dibeli Jokowi.

“Harganya 56 juta, murah aja saya jual, karena yang beli Pak Jokowi. Seneng aja saya soalnya. Seneng banget,” tambahnya.

Sementara itu, Humas Masjid Al-Akbar Surabaya Helmy M Noor mengatakan setiap tahunnya Jokowi selalu berkurban secara rutin. Namun, sapi ini akan disembelih sehari setelah Idul Adha.

“Terimakasih untuk Pak Jokowi, ini adalah kurban rutin dari beliau selama menjabat Presiden. Sapi ini luar biasa bagus seperti yang Anda lihat warnanya putih bersih. Akan kami sembelih H+1 setelah Idul Adha, tepatnya hari Kamis,” imbuh Helmy.

Tak hanya sapi dari Jokowi, di Masjid Al-Akbar Surabaya juga telah menerima sapi dari Gubernur Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf hingga jajaran Forkopimda.

“Di Al-Akbar nanti ada sapi dari Pak Gubernur, Wakil Gubernur hingga Forkopimda Jatim. Insyaallah yang paling besar, paling bersih, dan paling kokoh punyanya Pak Jokowi,” tandas Helmy. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Nasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.