logo seputarnusantara.com

Pesan Ibu Dongkrak Pede Aries ‘Spiderwoman’ Susanti

23 - Aug - 2018 | 21:29 | kategori:Tokoh

Jakarta. Seputar Nusantara. Aries Susanti Rahayu mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 dari panjat tebing kecepatan putri.

Kepercayaan dirinya terdongkrak dari pesan ibunda.

Medali emas itu diraih Aries dari nomor speed climbing putri dalam lomba yang dihelat, Kamis (23/8/2018) di Kawasan Jakabaring Sport City.

Atlet berhijab itu mengungguli rekannya Puji Lestari dengan catatan waktu 7,16 detik. Puji harus puas dengan medali perak setelah mencatatkan waktu 7.98 detik.

Keberhasilan wanita berusia 23 tahun ini pun akhirnya melahirkan medali emas pertama cabang olahraga yang sedang dipertandingkan di Kota Pempek. Aries menyebut kemenangannya sebagai hasil dari ketenangan dan mampu mengontrol diri.

“Yang pasti tenang, kontrol diri. Karena kesulitannya adalah mengontrol diri. Kalau kita nggak bisa ngontrol mungkin saya enggak sampai di sini,” kata Aries usai pertandingan.

Atas kemenangannya ini, Aries mengaku sudah diprediksikan sejak awal. Bahkan dirinya sudah yakin dapat mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

“Kalau untuk yakin, orang tua saya selalu bilang, “Nak, kamu harus yakin kamu bisa”. Itu yang selalu saya tanamkan selama ini pada diri saya,” kata Aries.

Aries yang memiliki tinggi badan 1,57 m dan berat 57 Kg memang diprediksikan akan mendulang emas. Dia memiliki modal meyakinkan sebagai juara di IFSC World Cup di Chongqing, China, 5 Juni.

Kecepatan menaiki dinding untuk dapat tiba di puncak pun sudah tak diragukan lagi. Sampai akhirnya atlet putri berusia 23 tahun ini disebut ‘Spiderwomen’ asal Indonesia.

Sementara pelatih timnas panjat tebing, Basir Hendra mengatakan sebenarnya FPTI telah dari awal ingin mengawinkan medali emas di panjat tebing. Tetapi hal ini diluar dugaan setelah tim putra kalah di semifinal.

“Kemenangan tim putri sudah dari awal kita prediksikan. Bahkan untuk putra ini juga kita sudah prediksikan, rencanaya malah medali ini mau kita kawinkan ya. Tapi takdir berkata lain,” kata Hendra. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Tokoh | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.