logo seputarnusantara.com

Peneror Markas Kepolisian Daerah Riau Ditangkap, Ini Kata Orang Tua Pelaku

29 - Aug - 2018 | 16:03 | kategori:Daerah

Blitar. Seputar Nusantara. Seorang pengguna akun media sosial dengan nama Erick Sumber Asri diamankan polisi.

Pemilik akun tersebut ditangkap karena mengancam akan meledakkan Mapolda Riau.

Pemilik akun ini ternyata warga Kabupaten Blitar. Pemuda lajang yang bernama asli Erik Nurwianto (22) ini adalah warga Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok.

Kades Sumberasri Endro Busono membenarkan jika Erik adalah warganya. Namun anak pertama pasangan Sunoto (56) dan Samilatun (50) ini diketahui pergi meninggalkan desanya sekitar tiga tahun yang lalu.

“Kalau dilihat dari foto yang viral di medsos, itu memang warga saya. Kami juga sudah ke rumah keluarganya tadi. Dan keterangan keluarga, anak ini pamit kerja keluar pulau sekitar tiga tahun lalu,” ucap Endro, Rabu (29/8/2018).

Tak hanya pamong desa yang mencari kebenaran informasi terkait Erik, polisi juga mendatangi rumah yang dihuni kedua orang tuanya. Dan merekapun juga mendapat informasi sama, seperti yang disampaikan ke pamong desa.

“Namun yang terkait adanya pemberitaan jika Erik ini merupakan anggota JAD, kami belum dapat informasi resmi dari atasan,” jawab Kapolsek Nglegok AKP Agus Tri.

Samilatun, ibu Erik yakin seratus persen jika unggahan yang viral di medsos itu adalah foto anaknya.

“Saya benar-benar yakin itu anak saya Erik. Dia pamit kerja tiga tahun lalu. Tapi jarang ngasih kabar dan gak pernah pulang,” kata Samilatun ditemui dirumahnya.

Menurut Samilatun, anak pertamanya itu pribadi pendiam. Anak yang lugu namun sangat dekat dengan teman-temannya. Erik sempat bersekolah sampai kelas 2 SMA. Dia memilih berhenti sekolah untuk bekerja.

“Saya sebenarnya sering melarang dia pergi jauh. Sempat dulu kerja serabutan di kampung sini. Tapi tahun 2015 lalu nekat pamit kerja,” bebernya.

Terkait penangkapan anaknya oleh polisi, Samilatun mengaku belum dihubungi pihak terkait. Namun kedua orang tua itu tidak percaya anaknya berani mengancam melakukan pengeboman.

“Saya gak percaya anak saya bertindak seperti itu. Wong di kampung itu dia jadi kalahan sama teman-temannya. Gak mungkin dia terlibat macam-macam seperti itu. Ini polisi memang sudah kesini, tapi hanya menanyakan apakah benar ini anak saya. Gitu saja,” pungkasnya.

Sunoto dan Samilatun memohon bantuan pihak kepolisian dan pamong desa untuk mengurus keberadaan anaknya. Mereka yakin anaknya yang lugu itu hanya korban dari pihak lain yang tak bertanggung jawab.

Sebelumnya diberitakan, dalam akun medsos Facebook, pemilik akun Erick Sumber Asri itu berkali-kali mengunggah foto yang isi kalimatnya mengancam akan meledakkan Mapolda Riau. Salah satu unggahannya berbunyi akan menghabisi anggota Densus 88.

“Tunggu saja Markas Polda Riau akan kami ledakkan. Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI akan kami habisi,” begitu isi postingan akun Erick Sumber Asri. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.