logo seputarnusantara.com

Golkar : Kader Terjerat Kasus Korupsi Jangan Bawa Nama Partai

3 - Sep - 2018 | 15:30 | kategori:Politik

Jakarta. Seputar Nusantara. Sebagian uang hasil tindak pidana korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 disebut mengalir ke Partai Golongan Karya.

Sebelumnya muncul juga pengakuan bahwa uang hasil korupsi e-KTP mengalir ke partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa tindak pidana korupsi adalah urusan pribadi oknum yang bersangkutan.

“Tidak ada praktik korupsi dilakukan atas nama atau menjadi tanggung jawab institusi,” kata dia kepada wartawan, Senin (3/9/2018) di Jakarta.

Sehingga, lanjut Doli, pertanggungjawaban di depan hukum dilakukan oleh oknum partai yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi tersebut.

Bagaimana kalau uang korupsi mengalir ke Golkar?

Menurut Doli, itu tetap menjadi tanggung jawab individu. Misalnya, ketika akan ada musyawarah nasional atau kegiatan partai lainnya, maka Golkar akan menugaskan bendahara umum untuk menggalang dana. Dana dikumpulkan secara kolektif dari sumbangan pengurus dan panitia yang sifatnya tidak mengikat.

Ketika ada pihak-pihak yang memberikan sumbangan, Golkar tak pernah bertanya asal muasal sumber dana tersebut. Doli membenarkan bahwa, Eni Saragih yang menjadi tersangka kasus korupsi PLTU Riau- 1 adalah Bendahara Munaslub Golkar 2017.

Sebagai bendahara, Eni mendapat tugas mengumpulkan sumbangan-sumbangan dari pengurus dan panitia, termasuk dari dirinya sendiri. Saat dana sumbangan diterima, partai menganggap itu bantuan individu yang secara etis tidak mungkin ditanya atau diverifikasi asal usulnya.

“Jadi, kami ingin tegaskan sekali lagi Partai Golkar tidak bertanggung jawab atas tindakan serta pelanggaran hukum yang dilakukan oknum kader partai. Dan kami meminta kepada seluruh kader yang terjerat masalah korupsi, jangan bawa-bawa, melibatkan, atau mengatasnamakan partai bila terjerat kasus korupsi,” tegas Doli.

Menurut dia, Golkar selama ini telah memberikan kesempatan kepada kadernya untuk berkarya dan mengabdi di sejumlah lembaga pemerintahan.

“Janganlah ketika kita khilaf dan salah, partai pun mau dikorbankan. Apalagi kita ikut pula terjebak dalam skenario yang mendeskreditkan Golkar,” kata dia.

Doli menegaskan bahwa kader Golkar memiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong pemberantasan korupsi. Golkar juga mendukung penuh setiap upaya yang dilakukan KPK. Namun dia berharap KPK bisa benar-benar bekerja profesional, objektif, tidak tebang pilih, dan tetap independen. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Politik | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.