logo seputarnusantara.com

Lucy Kurniasari : Kasus Entin Sukabumi, Jangan Terjadi Lagi Trafficking

Lucy Kurniasari : Kasus Entin Sukabumi, Jangan Terjadi Lagi Trafficking

Dra. Lucy Kurniasari, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat

6 - Sep - 2018 | 15:57 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Seorang remaja bernama Entin Suntini diduga menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking.

Gadis berusia 16 tahun itu kini berada di Selangor, Malaysia bersama Neng Ai Maryati seorang warga Indonesia yang tinggal di negeri jiran tersebut.

Informasi yang diberikan Neng Ai, Entin disebut tersasar di Malaysia setelah sebelumnya sempat transit di Batam lalu berangkat menggunakan kapal Feri ke Malaysia.

Dari cerita yang diperoleh dari Entin, Neng Ai menduga remaja tersebut telah menjadi korban human trafficking.

Kepada Neng Ai, Entin mengaku tinggal di Kampung Kadupugur RT. 04/ RW. 03 Desa Wangureja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dia berharap bisa pulang ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya.

Menurut Dra. Lucy Kurniasari, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa dengan kasus trafficking yang dialami oleh Entin, gadis dari Sukabumi, ini adalah peristiwa di Indonesia yang bagaikan ‘gunung es’ di permukaan tampak sedikit, tapi kenyataannya sangat banyak.

” Saya mendesak kepada Pemerintah khususnya BNP2TKI dan Kementerian Ketenagakerjaan agar segera menindaklanjuti kasus ini. Kasus trafficking yang dialami Entin dari Sukabumi harus segera dituntaskan dan Entin harus segera dipulangkan ke Indonesia,” ungkap Lucy kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 6 September 2018.

Lucy memaparkan, kasus Entin ini jangan sampai berlarut- larut, kasihan Entin di Malaysia jadi korban perdagangan manusia.

” Ini masalah waktu saja, karena kalau sudah keluar dan diblow up media, biasanya Pemerintah akan segera menindaklanjuti dan menuntaskan kasus tersebut,” papar Lucy, Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Lucy menjelaskan bahwa di Kementerian Ketenagakerjaan ada Dirjen Khusus yang menangani masalah PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), yang salah satu tugasnya adalah menekan agar tidak terjadi manipulasi data bagi para calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

” Jadi, Dirjen PPA akan meminimalisir pemalsuan data dan dokumen para calon tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri. Ini tugas yang sangat berat, karena menyangkut nasib jutaan tenaga kerja kita yang akan bekerja di luar negeri,” ucapnya.

Lucy berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pengawasannya harus lebih diperketat lagi, sehingga para mafia perdagangan manusia tidak leluasa mencari mangsanya.

” Saya tegaskan agar Pemerintah lebih ketat mengawasi masalah tenaga kerja ini. Sehingga tidak ada lagi korban- korban berikutnya yang menjadi target dari perdagangan manusia. Ini masalah serius yang harus ditangani oleh Pemerintah dan kita semua,” pungkas Lucy Kurniasari di penghujung wawancara. (Aziz)


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.