logo seputarnusantara.com

Sahat Silaban : BASARNAS Harus Lebih Sigap Cari & Tolong Korban Bencana

Sahat Silaban : BASARNAS Harus Lebih Sigap Cari & Tolong Korban Bencana

Sahat Silaban, Anggota Komisi V DPR RI Periode 2014- 2019 dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat)

10 - Oct - 2018 | 01:00 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi di Palu, Sigi, dan Dongggala- Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018, menyisakan duka yang mendalam bagi para korban dan keluarganya.

Gempa Bumi berkekuatan 7,4 SR dan disusul dengan tsunami yang cukup besar, mengakibatkan ribuan korban meninggal dunia, luka- luka, korban hilang, rumah dan infrastruktur mengalami kerusakan sangat parah.

Berkaitan dengan musibah Gempa Bumi dan Tsunami tersebut, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat), Sahat Silaban, menyatakan turut berduka cita yang sedalam- dalamnya atas musibah yang menimpa masyarakat di Palu, Sigi dan Donggala- Sulawesi Tengah.

Menurut Sahat Silaban, pencarian korban bencana alam di Sulteng khususnya oleh BASARNAS (Badan SAR Nasional) menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Sebab, pencarian korban bencana alam harus sigap dan cepat setelah terjadinya peristiwa bencana alam.

” Pencarian korban bencana alam di Sulteng ini minim sekali peralatannya, seperti gergaji, pemecah beton dsb. Memang untuk peralatan canggih dan besar seperti Helikopter dan kapal cepat sudah tersedia. Namun, untuk pencarian korban di reruntuhan bangunan kan harus pakai alat- alat sederhana seperti pemecah beton,” ungkap Sahat Silaban kepadaseputarnusantara.com di Gedung Komisi V DPR RI- Senayan, pada Selasa 9 Oktober 2018.

Sahat Silaban memaparkan bahwa alat- alat sederhana masih sangat kurang. Padahal alat- alat sederhana tersebut tidak kalah pentingnya dengan alat- alat canggih dan modern.

Ada peristiwa di Sulteng, pasca gempa bumi dan tsunami, ada anak kecil nangis tertimbun reruntuhan bangunan dan didengar oleh ibunya. Namun ibunya tidak bisa berbuat apa- apa karena tidak ada alat untuk memecah beton dan memotong puing- puing bangunan.

” Kita perlu sampaikan ke pihak BASARNAS, jangan sampai hanya menyiapkan alat- alat yang besar saja, tetapi alat- alat sederhana padahal penting, justru terlupakan. Ini sebagai bahan evaluasi bagi BASARNAS,” terang Politisi Partai NasDem ini.

Sahat Silaban melanjutkan, kesigapan dan kecepatan BASARNAS dalam mencari dan menolong korban tersebut perlu ditingkatkan. Kalau sigap dan cepat mencari dan menolong (SAR), maka korban akan cepat ditemukan dan tertolong.

” Contoh, saat KM. Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba- Sumatera Utara, kalau saja petugas disana termasuk BASARNAS cepat bergerak, dan Helikopter ada disana, maka korban akan segera dapat ditolong. Misalnya korban sudah meninggal, paling tidak jenazahnya cepat bisa diangkat,” ucapnya.

Tapi, lanjutnya, karena Helikopter ada di Medan, jauh dari Danau Toba, maka pencarian dan pertolongannya menjadi terlambat sehingga banyak korban meninggal dan tidak ditemukan.

” BASARNAS harus siap tempur. Perlu diingatkan kepada BASARNAS bahwa kinerjanya selama ini kurang- lah. Mereka kan sudah menguasai pencarian dan pertolongan korban,” tegasnya.

Sahat Silaban menyarankan kepada Pemerintah dalam hal ini BASARNAS agar ke depan memiliki peralatan- peralatan sederhana, dengan tidak melupakan peralatan canggih dan modern.

Jangan sepelekan peralatan- peralatan yang sederhana, sebab peralatan sederhana juga sangat dibutuhkan setelah terjadinya bencana.

” BASARNAS harus menempatkan Helikopternya di daerah- daerah rawan bencana, sehingga ketika terjadi bencana, akan cepat bergerak dan sampai ke lokasi bencana. Kalau BASARNAS cepat bergerak dan sampai ke lokasi bencana, maka korban dapat diminimalisir,” pungkas Sahat Silaban di penghujung wawancara. (Aziz).


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.