logo seputarnusantara.com

Pria Bunuh Diri di Jakarta Barat Punya Banyak Senpi, Polisi Masih Memburu Pemasok

17 - Oct - 2018 | 19:27 | kategori:Daerah

Jakarta. Seputar Nusantara. Polisi masih menyelidiki dari mana Ommy Waisa Andrian (43), pria yang diduga bunuh diri di Apartemen Mediterania Jakarta Barat mendapatkan banyak senjata api.

Sebab, polisi menegaskan sangat berbahaya bila masyarakat sipil yang tidak berhak bisa memiliki senpi.

“Ini keprihatinan bersama ternyata ada senjata standar militer beredar di masyarakat, ada senjata-senjata yang tidak terdaftar dan digunakan oleh masyarakat sipil. Oleh karenanya kami akan kejar terus penyelidikan ini dari mana senjata ini diperoleh dan tentu akan kami telusuri,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Rabu (17/10/2018).

Hengki menambahkan, tidak menutup kemungkinan banyak senjata-senjata ilegal yang beredar di masyarakat. Pemasok-pemasok senpi itu masih diselidiki.

“Kami cari tahu pemasoknya senjata-senjata ini sehingga tidak terdaftar dan ada di warga sipil, tentunya ini sangat berbahaya apabila ini beredar di masyarakat yang tidak berhak,” tuturnya.

Ommy ditemukan tewas diduga bunuh diri dengan luka tembak. Hengki menegaskan Ommy bukan anggota Perbakin.

“Terhadap tersangka ataupun korban di sini, ternyata ini tidak juga terdaftar sebagai anggota Perbakin, tidak terdaftar sebagai anggota Perbakin, ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.

Ommy ditemukan tewas diduga bunuh diri di Tower 2 Unit Kenanga Lantai 25 KF, Apartemen Mediterania, Jakarta Barat. Saat olah TKP, polisi menemukan adanya senjata api ilegal di kamar Ommy.

Senjata-senjata yang ditemukan di kamar Ommy adalah senjata laras panjang tipe MP4 kaliber 5.56 yang merupakan standar militer dengan jarak efektif kurang lebih 300 meter, juga senjata Hunter CZ-43 dengan peluru karet, dan memiliki izin atas nama Ommy.

Selain itu, polisi juga menemukan senjata Bareta Tomcat yang digunakan Ommy untuk bunuh diri. Polisi juga mengamankan senjata 19-11 kaliber 9 mm, yang atas koordinasi dengan intelijen dari Polda Metro Jaya didapati bahwa senjata tersebut juga tidak terdaftar.

“Kemudian kami temukan juga senjata api NAA Magnum 22 mm, ini juga peluru kaliber 22, ini juga tidak terdaftar. Kemudian senjata olahraga, bukan bela diri ya, senjata olahraga yang harusnya tidak bisa dibawa ke rumah. Harus digudangkan,” jelas Hengki. (dtc/Anggi)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.