logo seputarnusantara.com

Bambang Soesatyo Sebut Pemilu Langsung Harus Dievaluasi, Ini Kata Menteri Dalam Negeri

29 - Oct - 2018 | 16:09 | kategori:Politik

Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan evaluasi pemilihan langsung harus dievaluasi menyusul Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra yang terkena OTT KPK.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bicara mengatakan sistem pemilu saat ini sudah baik.

“Itu perlu waktu panjang, sistem Pilkada sudah bagus, rakyat diberikan kewenangan untuk memilih, soal satu dua (pejabat) yang korupsi kan tidak bisa dipukul rata. Soal ada usulan perbaiki sistem, dan perkuat sistem, dan optimalkan, mari. Nggak masalah,” ucap Tjahjo kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Menurut Tjahjo, perlu ada diskusi dan pembahasan lagi mengenai evaluasi Pilkada langsung. Pemerintah terbuka untuk membahas Pilkada langsung dengan lembaga manapun.

“Ya silakan, kami terbuka, pemerintah, KPU, Parpol, DPR, kalau mau bahas ulang ya silakan, tapi aturan sudah bagus. KPK fungsi pencegahannya sudah bagus. Kalau aspek pencegahan nggak bisa, ya aspek pembinaan,” ucap Tjahjo.

Sebelumnya, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Bamsoet menilai peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi sistem demokrasi RI.

“Menurut saya yg harus dievaluasi sistem demokrasi kita. Sebagaimana semangat kawan-kawan, kami sebetulnya ingin mendorong evaluasi sistem pemilihan langsung yang sekarang masih berlangsung,” kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

Ia menilai sistem pemilu langsung yang kini diterapkan di Indonesia membutuhkan biaya politik tinggi. Hal itu, sebut Bamsoet, memicu tindakan korupsi para pejabat. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Politik | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Politik