logo seputarnusantara.com

MUI: Salah Ucap Mbah Moen Manusiawi, Jangan Jadikan Doa Olok-olok

4 - Feb - 2019 | 15:52 | kategori:Agama dan Opini

Jakarta. Seputar Nusantara. Salah ucap nama Prabowo Subianto dalam doa Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen) ramai dibahas di kubu BPN Prabowo dan TKN Jokowi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta persoalan salah ucap di doa ini tak dijadikan polemik.

“MUI mengajak kepada semua pihak untuk tidak menjadikan nilai-nilai ritual keagamaan seperti doa dijadikan sebagai bahan olok-olok, ejekan dan untuk konsumsi kepentingan politik praktis,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan resminya, Senin (4/2/2019).

Zainut menyesalkan persoalan tersebut dijadikan olok-olok dan diseret ke politik praktis. Menurutnya, perbuatan itu jauh dari akhlak Islam dan tidak mencerminkan manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, kesantunan dan keadaban dalam beragama.

“Doa dalam ajaran agama menempati tempat yang sangat khusus dan memiliki nilai ritual keagamaan yang sangat tinggi, karena doa mengandung nilai-nilai transendental yang langsung berhubungan dengan Sang Khalik, Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.

Zainut menambahkan, MUI meminta semua pihak menghentikan polemik sabqul lisan atau salah ucap doa yang dibacakan KH Maimun Zubair. Apalagi Maimun Zubair merupakan ulama sepuh yang sangat dihormati oleh jutaan santrinya dan banyak kalangan.

“Kesalahan ucap tersebut sangat manusiawi dan tidak mengurangi maksud yang terkandung dalam doa beliau. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya yang berdoa dan menjawab sesuai dengan maksud permohonannya,” ujar Zainut.

“Marilah kita mengembangkan sikap berbaik sangka (husnu al-dzon) dan pemahaman yang baik (husnu at-tafahum) terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah ritual keagamaan seperti doa. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman, polemik, dan politisasi agama yang menjurus kepada SARA,” sambungnya. (dtc/Ath)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Agama dan Opini