logo seputarnusantara.com

Mardani : Tim Keumatan Akan Bela Slamet Ma’arif Yang Jadi Tersangka

Mardani : Tim Keumatan Akan Bela Slamet Ma’arif Yang Jadi Tersangka

Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS

11 - Feb - 2019 | 15:56 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. PKS mengaku sedih dengan penetapan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka dalam kasus pidana pemilu.

PKS menyatakan tim keumatan akan membela Slamet.

“Pertama tentu sedih ya karena beliau niatnya baik ya, tetapi kalau prosedurnya sudah ditetapkan maka tim BPN ataupun tim keumatan akan membela dan membantu beliau,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019). Mardani tak memerinci maksud dari tim keummatan itu.
Mardani mengatakan, pihaknya akan menghormati kasus hukum yang berjalan. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu menyatakan akan memberikan bantuan hukum kepada Slamet jika dibutuhkan.

“Ya mereka punya pengacara, nanti kalau perlu kita tambah dari kita timnya, karena ini kan pidana kepemiluan. Pokoknya apa yang sedang berjalan dalam proses hukum kita hargai,” ucapnya.

Menurut Mardani masyarakat bisa menilai apakah hukum ditegakkan dengan profesional atau tidak.

“Ya tentu masyarakat bisa menilai macam-macam ya, tapi kalau saya ingin seluruh proses ini paling enak melalui jalur hukum, karena kita harus percaya hukum itu ditegakkan dan masyarakat nanti bisa menilai apakah itu ditegakkan dengan profesional dan penuh keadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif, ditetapkan tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersangka itu terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Slamet akan dipanggil kembali untuk mengikuti pemeriksaan pada Rabu (13/2). Slamet menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka memilukan dan memalukan hukum.

“Hari Rabu nanti (pemeriksaan). Panggilan sudah kita kirimkan kepada Ustaz Slamet Ma’arif untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Ribut di Mapolresta Surakarta.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet kepada wartawan. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.