logo seputarnusantara.com

Isu Reshuffle Muncul Usai KPK Geledah Rumah Menteri Perdagangan, Ini Kata NasDem

3 - May - 2019 | 09:29 | kategori:Politik

Jakarta. Seputar Nusantara. Wacana perombakan kabinet (reshuffle) mencuat usai sejumlah menteri terkait dengan proses hukum di KPK baik dipanggil menjadi saksi maupun digeledah kantor dan rumahnya.

NasDem, sebagai partai asal Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang rumah dan kantornya digeledah KPK beberapa waktu lalu menyatakan reshuffle adalah wewenang presiden.

“Soal reshuffle itu sepenuhnya wewenang presiden,” kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani saat dihubungi, Kamis (2/5/2019).

Dia tak mempermasalahkan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti menteri-menterinya.

Menurutnya, hal itu bisa saja dilakukan Jokowi sepanjang untuk memperbaiki kinerja kabinet.

“Silakan saja sepanjang untuk memperbaiki kinerja kabinet,” ucap Irma.

Selain bicara soal wacana reshuffle, Irma juga meminta semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah dalam proses hukum yang dilaksanakan KPK, termasuk penggeledahan kantor dan rumah Enggartiasto. Dia mengatakan tak boleh ada yang mendahului proses hukum.

“Siapa pun wajib mengedepankan asas praduga tidak bersalah, jangan mendahului proses,” ujarnya.

Seperti diketahui, setidaknya ada tiga menteri yang saat ini berkaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.

Mereka ialah Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Untuk Enggartiasto, KPK telah melakukan penggeledahan di kantor pada Senin (29/4) dan rumahnya pada Selasa (30/4). Penggeledahan itu terkait dugaan suap dan gratifikasi dengan tersangka anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

Dari kantor Mendag, KPK menyita dokumen-dokumen serta barang bukti elektronik yang diangkut dalam 2 koper. Sementara dari rumah Enggartiasto, KPK tak menyita apapun.

Enggartiasto pun sempat bicara penggeledahan itu. Dia yakin dirinya tak ada memberikan apapun pada Bowo.

“Dari saya yakin betul nggak ada (memberikan uang). Dia dari Golkar, saya dari NasDem,” kata menteri yang kerap disapa Enggar itu. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Politik | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.