logo seputarnusantara.com

Ustadz Arifin Ilham Yang Selalu Menangis Dalam Acara Zikirnya

23 - May - 2019 | 05:19 | kategori:Agama dan Opini

Jakarta. Seputar Nusantara. ‘Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah Allahu Akbar’.

Kini suara berat dan serak dalam melantunkan zikir itu tak akan terdengar lagi dari Ustadz Arifin Ilham.

Suaranya yang khas dalam setiap lantunan zikir dan doa ustaz Arifin Ilham membuat siapapun yang mendengarnya meneteskan air mata.

Ustaz Arifin Ilham atau yang bernama lengkap K.H. Muhammad Arifin Ilham lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969. Tinggal menghitung hari usianya menginjak 50 tahun, Tuhan justru sudah lebih dulu memanggil sang ustaz pada 22 Mei 2019.

Siapa yang tak mengenal ustaz Arifin Ilham. Suaranya yang berat dan serak menjadi ciri khas untuk pria yang juga menjadi pimpinan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Az Zikra.

Dalam setiap ceramah, ustaz Arifin Ilham akan mengajak seluruh jamaahnya melakukan zikir. Cara Arifin Ilham melantunkan zikir seringkali membuat semua yang mendengarnya menangis.

Jamaah bisa dengan mudah memahami cara sang ustaz berzikir. Tidak seluruhnya menggunakan bahasa Arab, ustaz Arifin Ilham juga melantunkan zikir dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Air mata juga selalu menetes dari mata Arifin Ilham saat melantunkan zikir. Ramadhan tahun ini suara serak dengan kalimat-kalimat indahnya yang menyentuh hati tak lagi akan terdengar.

Setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening stadium 4A, ustaz yang mempunyai delapan anak itu harus menjalani serangkaian kemoterapi. Beberapa bulan lalu, ustaz Arifin Ilham dibawa ke Penang, Malaysia setelah menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sempat pulang ke Indonesia, ustaz yang selalu terlihat romantis, kompak, dan akur dengan tiga istrinya itu, lagi-lagi harus kembali ke Penang guna menjalankan perawatan. Setelah dikabarkan kritis pada 21 Mei 2019, ustaz Arifin Ilham berpulang ke pangkuan Allah SWT pada 22 Mei 2019, pukul 23.40 waktu Penang.

Selamat jalan ustaz Arifin Ilham…(dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Agama dan Opini | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.