Yoseph Umarhadi : Pemerintah Harus Kaji Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Yoseph Umarhadi : Pemerintah Harus Kaji Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Drs. Yoseph Umarhadi, M.Si. (berkaca mata), Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

24 - Jun - 2011 | 05:34 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Jembatan Selat Sunda adalah bagian dari cita-cita besar bangsa Indonesia untuk menyatukan pulau-pulau besar di Indonesia sejak 1960, yang perlu diwujudkan karena akan membawa manfaat luar biasa bagi bangsa Indonesia.  Banyak Negara di dunia sudah lama memulai dan berhasil membangun proyek-proyek raksasa berupa jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayahnya yang semula terpisah, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Yoseph Umarhadi, M.Si., Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, Jakarta pada hari Kamis, 23 Juni 2011.

Yoseph menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Selat Sunda harus dikaji lebih mendalam lagi oleh pemerintah. Presiden sudah mengeluarkan Keppres untuk pembangunan jembatan Selat Sunda.

” Harus dilakukan kajian lebih mendalam lagi terhadap pembangunan jembatan Selat Sunda, baik dari segi keamanannya maupun kelayakannya. Harus dikaji mengenai tekanan ombaknya, anginnya, dan kedalamnnya. Sebab jembatan Selat Sunda tidak hanya dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan bermotor dan kereta api saja, tetapi juga untuk sarana penyaluran energi listrik,” tegas Yoseph Umarhadi.

Menurutnya, pembangunan jembatan Selat Sunda juga harus memperhatikan masalah dampak dari Gunung Anak Krakatau. Sebab jika suatu ketika Gunung Anak Krakatau meletus, maka getaran gempanya bisa berdampak pada jembatan Selat Sunda yang menghubungkan antara Pulau Jawa Sumatera tersebut. Oleh karena itu, kajian mendalam mengenai infrastruktur jembatan Selat Sunda sangat penting, sehingga kalau suatu ketika Gunung Anak Krakatau meletus, tidak membahayakan jembatan Selat Sunda.

” Sekarang ini, kita Komisi V DPR RI sedang menunggu laporan hasil kajian dari pemerintah. Pelaksanaan teknis pembangunan ada pada pemerintah. Kita Komisi V DPR berperan dalam politik peng- anggaran jembatan Selat Sunda,” imbuhnya.

” Sedangkan harapan saya mengenai pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan pulau Jawa dengan Sumatera, bahwa jembatan tersebut dapat mempercepat target pertumbuhan perekonomian secara nasional dan dapat meningkatkan akselerasi perekonomian khususnya Jawa- Sumatera,” tegasnya.

Lebih lanjut Yoseph memaparkan, bahwa dengan dibangunnya jembatan Selat Sunda, secara otomatis arus transportasi antara Pulau Jawa dengan Sumatera akan semakin cepat dan mudah. Dengan kecepatan dan kemudahan arus transportasi Jawa- Sumatera, maka secara ekomonis akan sangat menunjang perekonomian.

” Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah harus diperbaikinya infrastruktur di daerah penyangga jembatan Selat Sunda yakni Merak dan Bakaheuni. Sebab dengan infrastruktur yang bagus di Merak dan Bakaheuni, maka akan memperlancar arus di jembatan Selat Sunda,” ucap Yoseph Umarhadi, Politisi PDI Perjuangan ini.

Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Peraturan Presiden Khusus tentang Percepatan Pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Peraturan itu dirampungkan pada bulan April 2011 ini. Adapun pembangunannya ditargetkan mulai tahun 2014.

Mengenai estimasi biaya pembangunan Jembatan Selat Sunda, Hatta Radjasa menyatakan berkisar 10 miliar-15 miliar dollar AS atau Rp 87 triliun- Rp 114,5 triliun. Estimasi biaya itu masih menyesuaikan desain yang dipilih. ”(Biaya) tergantung seperti apa desainnya. Kita menginginkan ada kereta api di tengahnya. Tentu biayanya akan lebih tinggi. Kita harapkan pembangunannya mulai tahun 2014,” kata Hatta.

Tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menawarkan skema kerja sama pemerintah dan swasta dalam membangun Jembatan Selat Sunda ini. Saat itu, jembatan sepanjang 31 kilometer tersebut diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp 100 triliun. ( Aziz )

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.