logo seputarnusantara.com

Biaya Pengobatan Azka & Shiva Capai Rp 10 Juta/ Hari

Biaya Pengobatan Azka & Shiva Capai Rp 10 Juta/ Hari

7 - Aug - 2011 | 07:15 | kategori:Kesehatan

Jakarta. Seputar Nusantara. Biaya pengobatan balita penderita penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS), Azka (4,3) dan Shafa (4,7) menghabiskan biaya Rp 10 juta/hari. Angka yang cukup besar bagi kalangan tak mampu membuat orangtua keduanya ngutang sana-sini, menggadaikan apa saja yang masih berharga.

“Sekarang pembiayaan ditanggung Askes dan rumah sakit. Katanya ditanggung 100 persen. Awal-awal saya kelabakan karena biaya mencapai Rp 10 juta perhari. Saya pinjam sana-sini, gadai sana-gadai sini, Alhamdulillah ketutup juga,“ kata ayah Azka Arriziq, Anto Ariyanto usai peluncuran gerakan Rp 1.000 Peduli Azka dan Shafa di Jl Kayu Manis X, Jakarta Timur, Minggu (7/8/2011).

Mahalnya biaya pengobatan itu karena penyakit GBS masih terbilang langka. Tes laboratorium tidak murah dan obat yang dikonsumsi sangat khusus yakni yang mengandung immune globuline senilai puluhan juta rupiah. Belum lagi biaya rawat inap di ruang ICU, ventilator dan perangkat lainnya.

“Saya sangat berterimakasih dengan gerakan peduli GBS ini. Saya berharap, Azka tidak sampai menggunakan dana ini dan bisa digunakan oleh masyarakat lain yang memerlukan,“ tandas Anto Ariyanto.

Menurut Ketua Gerakan Peduli Azka dan Shiva, Silvia Wahyuni, penyakit GBS bukan penyakit baru. Di kalangan kedokteran, GBS telah dikenal sejak hampir seabad lampau tepatnya tahun 1916. Saat itu, peneliti asing JA Barre, GC Guillain dan A Strohlpada menemukan kerusakan syaraf yang mengakibatkan kelumpuhan pada penderita GBS.

“Kalau bahasa sehari-hari, mungkin semacam lumpuh layu tapi sangat parah. Sejauh ini hanya menyerang orang dewasa. Baru kali ini dengan kasus Azka dan Shava, GBS menyerang balita. Saya khawatir ini menjadi trend kepada anak-anak balita yang pertahanan tubuhnya masih rentan,“ terang Silvia.

Karenanya, ia menyarankan orangtua bersikap waspada dan tidak memandang remeh keluhan si kecil. Berkaca dari kasus Azka dan Shava, keduanya hanya mengeluh pegal dan sesak nafas. Namun setelah didiagnosa, hasilnya adalah GBS.

“Kalau saran saya sih jaga kesehatan saja. Sebab, GBS bisa menyerang kepada anak yang body-nya sedang lemah. Kena batuk atau infeksi saja bisa langsung terkena,“ tandas Silvia. (dtc/Riz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Kesehatan | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.