Pemerkosaan di Angkot, Karyawati RS Diperkosa di Angkot Secara Bergiliran

Pemerkosaan di Angkot, Karyawati RS Diperkosa di Angkot Secara Bergiliran

Angkot D02 Jurusan Ciputat- Pondok Labu, TKP Pemerkosaan

16 - Sep - 2011 | 15:07 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerkosaan yang terjadi pada RS, seorang karyawati, ternyata tidak serta merta terjadi. Saat di angkot, Andri alias Putau sempat merayu agar RS mau ‘melayaninya’. RS menolak, Andri pun nekat.

“Di dalam angkot, Andri mengajak RS untuk ‘berbuat’. Namun korban tidak mau,” kata Kasat Reskrim Polres Selatan AKBP Budi Irawan saat berbincang, Jumat (16/9/2011).

Karena terus menerus ditolak, Andri akhirnya nekat. Laki-laki yang sebelumnya memang sudah dikenal RS melalui pesan singkat (SMS) itu lantas menggagahi perempuan yang diketahui bekerja di kawasan Sudirman itu.

“Jadi setelah diajak nggak mau, akhirnya pelaku memperkosanya,” kata Budi.

Budi menyebutkan, RS tidak dijemput Andri cs di Cilandak melainkan di Bundaran HI. Justru RS diturunkan di perempatan Cilandak setelah diperkosa beramai-ramai.

“Jadi dia itu dijemput langsung di HI, sebelumnya sudah janjian. Lalu diturunkan di Cilandak,” kata Budi.

Keterangan Budi ini berbeda dengan keterangan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto. Sebelumnya Imam menyebutkan, korban dan pelaku berjanji bertemu di Cilandak.

Saat ini salah satu pelaku yakni Yogi telah ditangkap. Yogi dan Andri yang memperkosa RS dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan kekerasan. Sedangkan Aris dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian berat karena mengambil Blackberry, HP, dan uang milik RS. Sementara Sebastian dijerat Pasal 56 KUHP tentang mengetahui tindak pidana atau membantu tindak kejahatan.

RS mungkin tidak pernah menyangka, kopi daratnya bersama Andri alias Putau untuk pertama kalinya akan berakhir menyedihkan. Setelah janjian melalui pesan pendek (SMS), RS dijemput Andri di perempatan Trakindo, Cilandak.

“Si korban disuruh menunggu di Trakindo, dijemput pakai angkot D02 Jurusan Ciputat-Pondok Labu yang menjadi tempat pemerkosaan itu,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto, Jumat (16/9/2011).

Setelah Andri datang dengan angkot berwarna putih dengan lis merah jambu, RS langsung diminta naik. Di dalam angkot berkaca agak gelap itu, ternyata sudah ada tiga teman Andri, Sebastian, Aris, dan Yogi. Yogi kini sudah tertangkap.

“Katanya mau diantar ke Pondok Gede,” kata Imam. Namun bukannya diantar pulang, angkot yang membawa RS malah berputar-putar di Jalan TB Simatupang. Saat itulah, RS diperkosa beramai-ramai.

Keterangan ini sedikit berbeda dengan keterangan polisi sebelumnya. Sebelumnya disebutkan, RS berada di Cilandak karena sedang menunggu angkot untuk pulang, bukan janjian dengan Andri alias Putau.

Namun ternyata, keberadaan RS di tempat itu memang karena diminta Andri alias Putau untuk menunggu. Keduanya berkomunikasi melalui pesan pendek atau SMS.

Hingga kini, Andri alias Putau belum tertangkap. Polisi masih terus memburunya. Selain itu, dua pelaku lain yakni Aris dan Sebastian juga masih dicari.

Yogi dan Andri dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan kekerasan. Sedangkan Aris dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian berat karena mengambil Blackberry, HP, dan uang milik RS. Sementara Sebastian dijerat Pasal 56 KUHP tentang mengetahui tindak pidana atau membantu tindak kejahatan. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.