logo seputarnusantara.com

Presiden Libya Kolonel Muammar Khadafi Meninggal Dunia Dalam Serangan di Kota Sirte

Presiden Libya Kolonel Muammar Khadafi Meninggal Dunia Dalam Serangan di Kota Sirte

21 - Oct - 2011 | 01:31 | kategori:Internasional

Libya. Seputar Nusantara. Campur tangan Barat dalam menjatuhkan seorang diktator tidak hanya bisa disaksikan lewat tewasnya mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi. Sebelumnya di Irak, Barat juga pernah menjatuhkan Saddam Hussein. Presiden Irak itu ditangkap untuk kemudian dihukum gantung atas tuduhan memerintahkan pembunuhan massal di Dujail, kota dengan mayoritas Muslim Syiah.

Penangkapan Khadafi di Libya dan Saddam di Irak juga tak jauh berbeda. Setelah jatuh dari tampuk kekuasaan, dua pemimpin otoriter itu pun diburu sampai akhirnya tertangkap atau terbunuh. Namun, jika dibandingkan, nasib Khadafi nampaknya lebih buruk dari Saddam.

Tidak seperti Saddam, Khadafi lansung tewas di lokasi penyerangan di Sirte. Cuplikan video yang ditayangkan Al Jazeera bahkan memunculkan spekulasi bahwa Khadafi disiksa lebih dulu sebelum akhirnya tewas.

Video itu menunjukkan Khadafi diseret saat masih hidup dengan sejumlah luka oleh tentara revolusiner. Sementara Saddam, ditangkap oleh pasukan AS hidup-hidup, meski kemudian pengadilan memutuskan hukuman gantung kepadanya.

Meski akhirnya sama-sama tewas, Saddam bisa dibilang juga lebih ‘beruntung’ ketimbang Khadafi. Proses hukum yang panjang membuat Saddam masih bisa bernafas kurang lebih tiga tahun setelah penangkapannya, Desember 2003. Dia baru tewas karena hukuman gantung pada November 2006.

Tewasnya Khadafi menambah daftar panjang tewasnya tokoh-tokoh dunia Arab, yang menurut Barat, antidemokrasi dan pelanggar HAM. Bahkan, dalam keterangan persnya, Presiden AS Barack Obama memperingati pemimpin diktator lainnya di Timur Tengah agar berhati-hati.

“Sepanjang dunia Arab, warga telah berjuang untuk mengklaim haknya. Anak muda sedang menyampaikan sebuah kekuatan untuk menegur pemerintahan diktator. Dan para pemimpin yang memilih menolak nasib mereka akan tidak sukses,” kata Obama, seperti dikutip AFP, Kamis (20/10). (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Internasional | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.