logo seputarnusantara.com

Mengurangi Berat Badan Dapat Mengurangi Nyeri Pada Sendi- Sendi

Mengurangi Berat Badan Dapat Mengurangi Nyeri Pada Sendi- Sendi

7 - Nov - 2011 | 13:13 | kategori:Kesehatan

Jakarta. Seputar Nusantara. Tak hanya atlet profesional dan orangtua saja yang dapat mengalami nyeri sendi, orang muda juga dapat mengalaminya. Salah satu nyeri sendi yang paling sering ditemui adalah nyeri sendi lutut. Namun tak perlu cemas, risiko osteoarthritis dapat dikurangi dengan cara mengurangi berat badan.

Di Amerika Serikat, hampir 6,5 juta orang berusia 35 hingga 84 diperkirakan akan mengalami osteoartritis lutut sepuluh tahun ke depan.

“Diagnosis nyeri sendi lutut dapat diperkirakan jauh hari sebelumnya,” kata penulis penelitian, Dr Elena Losina, wakil direktur Pusat Ortopedi dan Arthritis Center for Outcomes Research di Brigham and Women’s Hospital di Boston. Dia membandingkan usia saat didiagnosis pada tahun 1990-an dengan usia di tahun 2010-an.

“Usia rata-rata saat didiagnosis telah bergesar dari 69 tahun ke 56 tahun,” katanya seperti dilansir HealthDay.com, Senin (7/11/2011). Indikasi ini menunjukkan bahwa nyeri sendi mulai menyerang lebih awal dari usia rata-rata.

Losina menemukan bahwa orang dewasa berusia 45 hingga 54 tahun akan mencapai hampir 5 persen dari semua kasus osteoarthritis lutut di tahun 2010-an, di mana pada 1990-an, usia ini hanya mewakili 1,5 persen pasien OA lutut .

“Cedera lutut telah diketahui meningkatkan risiko radang sendi lutut. Dan olahraga tertentu lebih berisiko daripada yang lain,” kata peneliti lainnya, Dr Jeffrey Driban, asisten profesor di Tufts Medical Center di Boston.

Dia mereviu beberapa penelitian yang melihat hubungan antara olahraga dan osteoarthritis lutut. Dia berfokus pada 16 penelitian dan kemudian menajamkannya pada 10 penelitian yang melihat osteoarthritis pada atlet dan bukan atlet.

Meskipun tidak ada perbedaan besar dalam jumlah osteoarthritis lutut pada mantan pemain olahraga dan bukan atlet, ia menemukan terdapat risiko yang terkait antara jenis olahraga tertentu dan tingkat partisipasinya.

Pemain sepak bola, baik di tingkat profesional ataupun tidak, memiliki risiko osteoarthritis lutut lebih besar. Begitu pula atlit pelari jarak jauh, atlet angkat besi, dan pegulat. Peningkatan risiko nyeri sendi pada atlet bervariasi dari tiga kali lipat hingga lebih dari enam kali lipat dibandingkan dengan yang bukan atlet.

Bagi yang sudah memiliki osteoarthritis lutut, obat terbaiknya adalah menurunkan berat badan jika memiliki kelebihan berat badan dan olahraga.

Dalam penelitian lain, Dr Stephen Messier dari Wake Forest University menemukan bahwa program diet dan olahraga mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas sebanyak 50 persen pada penderita radang sendi lutut.

Dia menugaskan dan membagi orang dewasa yang mengalami osteoarthritis lutut dalam kelompok untuk menjalani program selama 18 bulan. Satu kelompok hanya melakukan program diet, satu kelompok hanya melakukan olahraga, dan satu kelompok melakukan olahraga dan diet.

399 orang pria dan wanita yang kelebihan berat badan dengan usia rata-rata 66 tahun berhasil menyelesaikan program ini. Kelompok diet dan olahraga paling banyak kehilangan berat badan, yaitu rata-rata 11,4 persen berat badannya. Kelompok diet-hanya kehilangan 9,5 persen, sedangkan kelompok olahraga hanya kehilangan 2,2 persen.

Ketika membandingkan antara rasa sakit dan mobilitas, kelompok diet dan olahraga melaporkan rasa nyeri lebih sedikit dan memiliki kecepatan berjalan lebih besar daripada kelompok lain.

Driban menyarankan untuk mengurangi risiko OA lutut dengan melakukan olahraga dengan risiko cedera lutut yang lebih rendah, seperti berenang dan bersepeda. Namun, seorang spesialis kedokteran olahraga agaknya kurang sependapat dengan hal itu.

“Tidak ada bukti bahwa olahraga seperti berjalan dapat menyebabkan nyeri sendi pada lutut yang sehat,” kata Dr Stephen Nicholas, direktur Institut Nicholas of Sports Medicine dan Trauma Athletic di Lenox Hill Hospital, di New York City. Seperti para ahli lainnya, ia tidak setuju bahwa sekali cedera lutut terjadi, maka risiko seseorang radang sendi lutut meningkat. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Kesehatan | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.