Ir. Soepriyatno : Pemuda Akan Tertarik Dengan Adanya Modernisasi Pertanian

Ir. H. Soepriyatno, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)
Jakarta. SeputarNusantara. Indonesia sebagai negara agraris, dengan penduduk lebih dari 240 juta jiwa, sudah sepatutnya kebutuhan pangan dalam negeri dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Namun pada kenyataannya, rakyat Indonesia terus terperosok ke dalam jurang kemiskinan karena harga komoditas pertanian terus ditekan. Petani kerap mendapat perlakuan yang kurang adil. Di saat berbagai kebutuhan produksi terus naik, seperti BBM, harga pupuk, benih, dll… dilain pihak, harga gabah malah semakin ditekan demi memenuhi target inflasi.
Kalau kita ingin selamat, kita harus memperjuangkan nasib petani Indonesia kita. Kita harus memiliki keteguhan untuk menjalankan amanat swasembada pangan. Sebab dengan Indonesia bisa swasembada pangan, disamping akan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan tidak bergantung pada LN (Luar Negeri) dengan melakukan impor pangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ir. H. Soepriyatno, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara I DPR RI, pada hari Selasa 3 April 2012.
Soepriyatno menjelaskan bahwa pertanian tanpa pemuda itu kurang lengkap, artinya pertanian tanpa pemuda sama dengan pertanian tanpa Modernisasi. Seharusnya kita cepat berpikir dan bertindak agar bagaimana pertanian di Indonesia dapat di- Modernisasikan sehingga sektor pertanian bisa lebih produktif, efisien dan efektif sehingga akan bisa menurunkan harga.
” Kalau sektor pertanian ingin menarik pemuda Indonesia, maka harus dengan modernisasi. Itu yang harus dirubah mainset-nya. Di sektor pertanian, kalau pemuda masih dibekali dengan cangkul, itu sudah ketinggalan zaman dan tidak akan menarik para pemuda Indonesia untuk bekerja di sektor pertanian. Maka sektor pertanian harus diarahkan ke arah industri pertanian dan estate pertanian,” tegas Soepriyatno, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) ini.
Lebih lanjut Soepriyatno menjelaskan bahwa banyak yang harus dilakukan Modernisasi di bidang pertanian. Yang perlu digarap lebih serius lagi seperti sektor perkebunan, karena sektor perkebunan ini dapat meningkatkan ekspor kita disamping Migas (minyak dan gas bumi, red). Kemudian yang juga perlu dikerjakan secara serius adalah di sektor peternakan, seperti ternak sapi dan kambing. Peternakan sangat potensial dikembangkan di Jawa, Bali, Sumatera, NTT , NTB , Sulawesi dan Kalimantan, sehingga peternakan bisa menjadi sektor unggulan. Mengapa? Karena kotorannya bisa jadi pupuk kandang, sedangkan susunya bisa dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia).
” Untuk memenuhi kebutuhan akan susu, Indonesia masih impor susu. Sekitar 2/3 susu masih import dari Luar Negeri, kita hanya mampu memenuhi 1/3 kebutuhan susu nasional. Yang jelas, orang kan butuh makan, minum susu, makan daging dan butuh sayuran, ini merupakan kebutuhan nasional dalam negeri. Jika ini bisa kita penuhi secara mandiri, maka akan sangat potensial meningkatkan penghasilan para petani. Kalau semua ini bisa kita penuhi sendiri, tentu akan sangat baik sekali,” terang Soepriyatno.
Soepriyatno menegaskan bahwa mengapa para pemuda Indonesia enggan bekerja di sektor pertanian? Karena, menurutnya, alat- alat yang digunakan untuk produksi pertanian di Indonesia masih konvensional dan tradisional.
” Maka Modernisasi alat- alat pertanian seperti penggunaan traktor tangan, dan alat- alat yang canggih lainnya untuk produksi pertanian, sangat perlu dan penting. Sebab di Luar Negeri para petani dalam memproduksi pertaniannya sudah menggunakan alat- alat yang canggih. Seperti bercocok tanam, menyemprot pestisida dan memanen hasil pertanian, semua sudah menggunakan mesin canggih, sehingga lebih efektif dan efisien. Dengan Modernisasi pertanian, maka faktor kehilangan/berkurangnya hasil pertanian akan bisa diminimalisir,” tegas Politisi Partai Gerindra ini.
Soepriyatno berharap agar ada program stimulus dari pemerintah supaya pemuda Indonesia tertarik bekerja di sektor pertanian, seperti Modernisasi pertanian, perluasan lahan pertanian, perbankan memberikan bunga yang rendah, dan yang lebih penting lagi adalah harga dijaga secara kompetitif oleh pemerintah sehingga menarik para pemuda Indonesia.
” Pemuda kita itu dari berbagai corak, ada yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan pertanian. Saya pikir, potensi pertanian kita sangat besar. Seperti bio diesel, dari pohon jarak, kemiri dan tebu. Ini sangat luar biasa, jika bisa konversi dari BBM ke Bio diesel maka sangat bagus sekali. Karena ini sangat ramah lingkungan dan ini sangat butuh dukungan dan partisipasi para pemuda Indonesia,” pungkas Soepriyatno di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Laporan Keuangan PT. Telkom (Persero) Semester I 2026 : Akselerasi Transformasi TLKM 30 : Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026. Pendapatan Konsolidasi Meningkat 3,9% YoY, EBITDA Naik 3,8% YoY, Sementara Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2% YoY
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Gelar Forum Rencana Kerja Perubahan Tahun 2026 dan Forum Rencana Kerja Tahun 2027 Untuk Memperkuat Sinergi Perencanaan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
- Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan Antar Telkom Raih Lestari Award 2026. Program People Development Plan Telkom Membangun Ekosistem Pengembangan Talenta Untuk Melahirkan Future-Ready Digital Leaders
- PT. Telkom (Persero) Gelar Forum Kolaborasi Nasional Untuk Memperkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography. Dorong Implementasi PQC di Indonesia Melalui Sinergi Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Lembaga Strategis
- Kejaksaan Negeri dan DPRD Kabupaten Purworejo Digeruduk Pendemo Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Mini Zoo Yang Rugikan Uang Negara Rp 6,5 Miliar
- Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, PT. Telkom (Persero) Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026. Bangun Ketangguhan Organisasi Melalui Budaya Yang Adaptif dan Relevan di Tengah Perubahan
- TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia Melalui Sistem Kabel Laut NCC. Kolaborasi Strategis Untuk Memperkuat Posisi Batam Sebagai Hub Digital Yang Menghubungkan Indonesia-Singapura ke Pasar Global
- Lomba Burung Berkicau di Purworejo yang Memperebutkan Bupati Cup Digelar Sangat Meriah, Peserta dari Berbagai Kabupaten turut Meriahkan Lomba Para Pecinta Burung tersebut
- Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026. Sinergi Lintas Sektor dan Inovasi Berkelanjutan Menjadi Fondasi Percepatan AI Sovereignty di Indonesia
- Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Harus Tepat Waktu, Tepat Mutu dan Tepat Manfaat
- Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Melalui Forum CorpU Association Insight. Forum Kolaborasi Lintas Organisasi Untuk Memperkuat Ekosistem Pengembangan Talenta Melalui Pembelajaran Adaptif dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2027 Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Pemerintah dan Akan Selesai Tepat Waktu
- Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Selamatkan 29 Rumah dan Industri Yang Terbakar Selama 1 Semester Tahun 2026. Penyelamatan Non Kebakaran Juga Intensif Dilaksanakan Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Ekosistem Talenta Digital dan Inovasi Global Melalui Kolaborasi Telkom University–National University of Singapore. Langkah Strategis Dalam Membangun Pipeline Talenta Digital Berkelas Dunia Melalui Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi Lintas Negara
- 61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional. Semarak Puncak Perayaan HUT Telkom, Hadirkan Gerakan Digital Bagi UMKM Hingga Kompetisi AI Untuk Kreator Lokal
- PT. Telkom (Persero) Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding. Bagian dari Langkah Akselerasi Eksekusi Strategi TLKM 30 Untuk Membangun Struktur Organisasi yang Lebih Ramping, Efisien, dan Bernilai Tinggi
- Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Melalui Program Rural Youth AI Facilitator. Dengan Memberdayakan Talenta Muda Lokal, Program TJSL Telkom Mendorong Literasi Digital UMKM di Papua Barat Daya
- Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T Melalui Program CSR Fiber Academy. Perkuat Pendidikan Vokasi Melalui Fasilitas Laboratorium Fiber Optik dan Sertifikasi Kompetensi Bagi Guru SMK
- 6 Tahun Innovillage, Telkom Cetak Ribuan Inovator Muda dari 22 Provinsi. Lebih dari 10.664 Talenta Digital Muda Berpartisipasi Ciptakan Inovasi Sosial dan Teknologi Berkelanjutan
- Hadirkan Explorise Q2 2026, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Akselerasi Kolaborasi Startup dan Enterprise Untuk Ciptakan Sinergi Bisnis Lintas Sektor. Ajang Business Matchmaking Sebagai Upaya Perluas Akses Startup Terhadap Pelanggan, Mitra Strategis, dan Peluang Pertumbuhan Bisnis