Pimpin SMA Negeri 3 Palu, Muhammad Arasy Bangun Citra Sekolah Dari Pinggiran Jadi ‘Sekolah Hijau’ Favorit

Drs. H. Muhammad Arasy, M.Si. (kanan) Saat menerima penghargaan dari Brigjen (Purn.) Prof. Dr. Djumarno, MA. (kiri)
Jakarta. Seputar Nusantara. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palu, Sulawesi Tengah ini nampaknya bukan sembarang Kepala Sekolah. Ada yang luar biasa ditanganinya dan tergolong berat. Semula sekolah ini di cap ‘pinggiran’, namun 9 tahun kemudian (2011), jadi ‘sekolah hijau’ favorit dan diburu 1000-an pendaftar calon siswa baru, meski daya tampungnya tetap 400 siswa.
Drs. H. Muhammad Arasy, M. Si, ketika pertama kali ditugaskan Dinas Pendidikan Kota Palu jadi orang nomor satu di sekolah ini, bangunannya kebetulan rata dengan tanah. Pasalnya, kebakaran dahsyat pada Maret 2002 itu melumpuhkan kegiatan belajar-mengajar, akibat bangunan dan fasilitas sekolah ludes terbakar si jago merah.
Jadilah ia memimpin sekolah dengan puing-puing bangunan, dan para siswa menggunakan tenda-tenda belajar di pekarangan sekolah. Sementara anggaran dari Dinas, tidak secepat itu bisa diturunkan. Arasy tak pasrah begitu saja. Jiwa berlingkungan hidup yang sudah ada dalam dirinya, menjadi spirit awal sekaligus momentum merubah wajah sekolah yang dikatakan ‘sekolah pinggiran’ itu.
Gambaran suasana hijau dari pepohonan dan tanaman hias di sekeliling sekolah diyakini Arasy memberikan ketenangan, kesejukan, dan semangat belajar para siswa dan guru. Semangat penghijauan itulah yang dia tularkan kepada para rekan guru dan siswa, untuk bangkit dari citra keterpurukannya.
Jadilah penghijauan digerakkan, dengan menanam pohon-pohon dan aneka tanaman hias, dipinggiran pekarangan sekolah, sambil menunggu anggaran pembangunan sekolah untuk ruangan permanen.
Tak lama, penghijauan di sekolah itu mendapat perhatian pemerintah. Tahun 2003, pemerintah daerah mulai membangun ruangan untuk belajar. Tapi kegiatan penghijauan terus dilakukan. Sepanjang lorong sekolah di lantai satu dan dua penuh pot-pot berisi tanaman hias. Pohon cemara, pohon ekor tupai, pisang, dan beragam tanaman lain menyemarakkan sekolah yang luasnya sekitar 2 hektare ini, mulai dari gerbang sekolah hingga halaman belakang.
Tak berhenti sampai disitu. Arasy meminta siswa juga menanam pepohonan di pekarangan rumah masing-masing. Para orangtua siswa pun diajak menerapkan penghijauan di rumah masing-masing untuk membantu mewujudkan Kota Palu yang hijau.
Menjadi Sekolah Model dan Karakter
Seiring berjalannya waktu, penghijauan di SMAN 3 Palu pun menjadi buah bibir. Apalagi Arasy melanjutkan semangat penghijauan tersebut jadi mata pelajaran muatan lokal. Ia memotivasi guru untuk memakai penghijauan sebagai pintu masuk memperkuat pendidikan karakter siswa yang cinta lingkungan. Sekolah juga menerapkan tata tertib yang membangun karakter siswa.
Sekolah mendorong guru dan siswa melaksanakan ajaran agama masing-masing dengan baik dan penuh toleransi. Arasy pun menerapkan keberagaman dan toleransi dengan memberikan ruang untuk ibadah siswa dari pemeluk agama yang berbeda. ” Sekolah ini semula tak dipandang. Soalnya, siswa yang sekolah di sini kebanyakan dari kalangan bawah. Saya coba mencari cara untuk membuat sekolah pinggiran ini ‘terbaca’. Saya pakai penghijauan dan penguatan karakter untuk jadi unggulan,” katanya dalam sebuah wawancara usai menerima penghargaan di Jakarta.
Kegigihannya memajukan sekolah pinggiran itu membuahkan hasil. Sekolah ini juga mendapat perhatian dari Direktorat SMA Kemdiknas. SMAN 3 Palu menjadi ‘kiblat’ sekolah berwawasan lingkungan di Sulawesi Tengah.
Pendidikan karakter yang kuat di sekolah ini membuat SMAN 3 Palu menjadi sekolah percontohan karakter tingkat provinsi. Di tingkat pusat, Badan Narkotika Nasional menjadikan sekolah ini sebagai percontohan bebas narkotika.
Akhirnya sekolah ini dirintis menjadi sekolah kategori Mandiri, pada tahun 2006-2007 karena mempunyai keunggulan sebagai ‘sekolah hijau’, yang memperkenalkan siswa dari bercocok tanam hias hingga pengolahan kompos. Sekolah ini juga ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Terus naik daun, karena punya ‘karakter’, tahun 2009-2010 diberi predikat sekolah model. Artinya, sekolah ini memenuhi standar nasional serta mampu mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan lokal.
Termasuk dijadikan sekolah model penuh, dan mengembangkan pusat sumber belajar dengan penguatan pendidikan teknologi informasi dan komunikasi. Di sini juga tersedia hot spot yang membuat siswa mudah mengakses internet. Prestasi segudang inilah membuat sekolah ini diminati, hingga pada pendaftaran siswa baru tahun lalu, peminat membludak hingga 1.000-an, meski daya tampung hanya sekitar 400 siswa.
” Bisa saja sekolah menambah daya tampung, tapi kami tak mau mengejar itu. Ini kan berarti pendapatan. Tapi saya tidak mau. Saya mau menjaga standar yang ada,” kata Arasy yang awalnya adalah dosen, lalu berpindah haluan jadi guru sejarah. Tak luput, kemajuan yang diraih menarik perhatian Direktorat SMA Kemdiknas. Instansi ini menawari SMAN 3 Palu naik status menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
Dengan status ini maksudnya, SMAN 3 Palu bisa mendapat bantuan dana untuk mempercepat pembangunan sejumlah sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan. Jika sebagai RSBI, pihak sekolah dan komite sekolah-pun bisa menaikkan pungutan uang sekolah, apalagi sudah favorit. Namun yang terjadi sebaliknya.
” Saya tidak mau mengubah SMAN 3 Palu jadi RSBI. Di sini banyak anak dari keluarga ekonomi lemah. Bahkan, ada banyak anak yang harus digratiskan. Biarkan saja sekolah ini maju tanpa harus RSBI,” ujar pria kalem ini. Menurutnya, banyak persyaratan yang mesti diikuti untuk menjadi RSBI, termasuk sejumlah guru yang berpendidikan S-2.
” Saya tak terlalu ambisi untuk menjadikan sekolah ini RSBI. Saya tidak mau rekayasa soal guru karena memang di sini guru-gurunya tidak banyak yang S-2,” bebernya. Keputusannya menolak tawaran dari Pemerintah Pusat menjadikan SMAN 3 Palu berstatus RSBI mungkin terasa aneh. Tapi, apa yang diputuskannya cukup masuk akal. Karena segmen pasar yang harus diperhatikannya, kebanyakan mereka dari kalangan siswa dengan biaya pas-pasan.
” Saya jelaskan pemikiran saya kepada guru dan komite sekolah. Mereka bisa memahami dan mendukung,” ujar pria yang memang bercita-cita jadi guru ini.
Studi Banding Ke Inggris dan Swiss
Tak aneh, dalam 10 tahun kepemimpinannya, membuka peluang untuk ikut studi banding ke beberapa sekolah di mancanegara. Pemerintah Kota Palu memberinya kesempatan studi banding ke sekolah-sekolah di Malaysia dan Singapura, setelah sebelumnya sekolahnya mendapat penghargaan. Dia pun ikut rombongan kepala sekolah yang dibiayai Kementerian Pendidikan Nasional studi banding ke London, Inggris.
Bahkan tahun 2012, Arasy melancong ke Swiss. Dia melihat sekolah di Swiss, yang setara SMK di Indonesia itu, memang luar biasa penghijauannya.
“ Sebenarnya sekolah kita tak kalah dengan sekolah hijau di Swiss yang saya lihat. Memang soal arsitektur bangunan cenderung mempengaruhi penataan, sehingga disana jauh lebih asri. Tapi secara konsep, sebenarnya sama saja,” ujarnya dalam bincang dengan wartawan, usai menerima penghargaan di Kartika Chandra Hotel, Jakarta, 2 Nopember lalu.
Raih Penghargaan
Lembaga Anugerah Prestasi Insani Jakarta-pun, menganugerahkan penghargaan baginya, untuk kategori The Prominent Figure Of Indonesian Development Award 2012. Penghargaan berupa tropi, sertifikat bertinta emas berbentuk pigura dan lencana disematkan, sebagai legitimasi pengakuan bagi SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia, yang layak jadi panutan.
Hal ini pula yang diungkapkan Chairman Lembaga Apresiasi Prestasi Insani, Danny PH Siagian, SE, M.BA, MM, dalam pidato sambutannya pada acara yang digelar di Kartika Chandra Hotel, Jakarta, akhir Juli 2012 lalu. Sementara penghargaan diserahkan Ketua Dewan Penasehat, Prof. DR. H.B Katili, MM dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang.
Bersama Arasy, lembaga ini menganugerahkan penghargaan kepada pejabat lainnya dari berbagai daerah, hingga kalangan eksekutif swasta, maupun aktivis kemanusiaan dan aktivis lingkungan hidup.
Menyusul penghargaan lainnya diberikan Lembaga Prestasi Citra Anak Bangsa, untuk kategori The Most Leadership In Government Award 2012, yang juga digelar di Kartika Chandra Hotel, Jakarta, 02 Nopember 2012 lalu.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua Dewan Penasehat, Brigjen TNI (Purn). Prof. Dr. Djumarno, MA, didampingi Samsudin Nasution, SE, MM.
Tak berlebihan, jika pengalaman Muhammad Arasy ini, memang perlu jadi motivasi bagi siapapun. (Aziz/Dans)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional