Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo : Regrouping SD Adalah Program Nasional, Bertujuan Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
16 - Sep - 2022 | 14:45 | kategori:Headline
Keterangan foto : Wasit Diono, S. Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
Purworejo. Seputar Nusantara. Penggabungan Sekolah (Regrouping) yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan Sekolah (Regrouping) SD pada tanggal 16 November 2003 kepada Gubernur seluruh Indonesia yaitu : Penggabungan (Regrouping) SD (Sekolah Dasar) adalah usaha penyatuan 2 unit SD atau lebih menjadi satu.
Jumlah sekolah yang cukup banyak dengan jumlah siswa yang kurang memadai berdasarkan standart nasional mengakibatkan pemborosan pembiayaan pendidikan.
Untuk itu, Pemerintah Pusat mengupayakan alternatif perampingan sekolah dengan nama Regrouping. Penggabungan Sekolah Dasar menurut Wibawa 2009 : 47, adalah : ” Penggabungan Sekolah Dasar merupakan satu cara pengembangan sekolah dengan memberdayakan dan mengembangkan berbagai sumber daya pendidikan untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan dan efektifitas sekolah.”
Menurut Wasit Diono, S. Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah bahwa salah satu kegiatan pokok dalam mengupayakan pemerataan Pendidikan Dasar adalah melaksanakan revitalisasi serta penggabungan (Regrouping) sekolah- sekolah terutama SD, agar tercapai efisiensi dan efektivitas sekolah yang didukung dengan fasilitas yang memadai.
” Jadi, tujuan dari Regrouping Sekolah Dasar adalah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan. Karena fakta di lapangan, yang terjadi adalah, karena berkurangnya penduduk akibat Urbanisasi maka jumlah penduduk di daerah- daerah tertentu menjadi berkurang. Dengan Urbanisasi, berdampak pada berkurangnya jumlah anak- anak di beberapa wilayah, sehingga jumlah siswa SD menjadi sedikit,” ungkap Wasit Diono kepada seputarnusantara.com di ruang kerjanya, pada Jumat 16 September 2022.
Lebih jauh Wasit Diono menjelaskan bahwa tujuan dari Regrouping atau Penggabungan Sekolah Dasar juga dimaksudkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar, sehingga perlu diambil kebijakan untuk menggabung, menghapus, dan atau mengganti nama Sekolah Dasar.
” Di Sekolah Dasar itu, disamping siswa SD dituntut untuk belajar secara individu, juga dituntut untuk belajar secara kelompok sehingga belajar memahami dinamika kelompok. Nah belajar secara kelompok ini bisa terlaksana jika siswanya mencukupi atau banyak,” jelasnya.
Regrouping Sekolah Dasar, imbuhnya, merupakan Program Nasional yang dicanangkan dan diputuskan oleh Pemerintah Pusat, jadi tidak hanya di Kabupaten Purworejo saja, namun seluruh Indonesia juga berlaku Program Regrouping.
” Tujuan lain dari Regrouping SD adalah untuk keberlangsungan proses belajar mengajar secara baik dan maksimal. Kemudian Regrouping SD juga bertujuan untuk mencapai pengelolaan sekolah dan siswa yang lebih efektif dan efisien guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sesuai dengan standar pelayanan minimal sekolah yang bersangkutan,” terang Wasit Diono dengan gamblang.
Salah satu pedoman kita adalah Peraturan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan RI Nomor 06 Tahun 2001 yang menyatakan bahwa apabila siswa Sekolah Dasar jumlahnya kurang dari 60 selama 3 tahun berturut- turut, maka diadakan Regrouping. Hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah jika siswa SD jumlahnya kurang dari 60 siswa maka BOS (Bantuan Operasional Sekolah) nya akan dihentikan.
” Padahal BOS untuk siswa SD cukup lumayan besar yaitu Rp 900.000,- / siswa/ tahunnya. Indeks Rp 900.000,-/ siswa/ tahun ini untuk operasional pembelajaran di sekolah, bayar listrik sekolah, pembelian ATK (alat tulis kantor), pembelian buku, dan keperluan sekolah lainnya. Hal ini terkadang tidak dirasakan oleh orang tua siswa, padahal sebenarnya masyarakat sangat diuntungkan,” ucapnya.
Regrouping Sekolah Dasar, tambahnya, juga diperjelas dan diperkuat dengan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2020, dan sudah dibentuk Tim Regrouping SD yang terdiri dari tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten. Tim tingkat Kecamatan yang diketuai oleh Camat dan anggota tim para pengawas sekolah dan guru melakukan penelitian dan pemetaan terhadap Sekolah Dasar di wilayahnya.
” Penelitian dan pemetaan oleh Tim Kecamatan dikoordinasikan dengan Tim Kabupaten untuk menentukan dan memutuskan mana saja SD yang perlu dilakukan Regrouping. Banyak pertimbangan yang diambil untuk memutuskan Regrouping, antara lain jumlah siswa, kondisi geografis, dll. Jadi pertimbangannya sangat matang dalam penentuan Regrouping,” tegasnya.
Wasit Diono menandaskan bahwa Regrouping Sekolah Dasar justru berpihak kepada masyarakat, karena untuk keberlangsungan Pendidikan yang berkualitas, efektif dan efisien.
” Kami minta dukungan seluruh elemen masyarakat Purworejo. Sekali lagi kami tegaskan bahwa tujuan Regrouping ini adalah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Purworejo,” pungkas Wasit Diono di penghujung Wawancara dengan seputarnusantara.com (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel