{"id":14111,"date":"2012-08-06T08:08:41","date_gmt":"2012-08-06T08:08:41","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=14111"},"modified":"2012-08-08T02:22:15","modified_gmt":"2012-08-08T02:22:15","slug":"kepala-smkn-3-jayapura-raih-penghargaan-sukses-dalam-dunia-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=14111","title":{"rendered":"Kepala SMKN 3 Jayapura Raih Penghargaan, Sukses Didunia Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. seputarnusantara.com. <\/strong>Kendati tak jadi tentara, tapi kemudian sukses di dunia pendidikan. Itulah sosok tenaga pendidik ini, setelah menggelutinya hampir 23 tahun. Melkianus A. Mawene, ST, MMT, panggilan akrabnya Melky, baru 1,5 tahun terakhir, menjabat sebagai Kepala SMK Negeri III, Jayapura, Papua. Berkat ketekunan dan peningkatan kualitasnya, dia layak di kursi pimpinan. Namun, ada kisah dibalik sukses tersebut.<\/p>\n<p>Diceritakan, ketika itu (1984), ia baru lulus SMK Negeri III di kota kelahirannya, Jayapura, diapun langsung daftar di Angkatan Darat. Niatnya jadi tentara waktu itu sangat kuat, karena menganggap sebagai tentara, tangguh dan hebat. Selain itu, yang bikin dia dan rekan sebayanya makin tergiur, karena waktu itu, langsung pangkat sersan, bila lulus.<br \/>\nUntuk mendaftar ke tentara, dia terpaksa \u2018menggarap sendiri\u2019 tandatangan orangtuanya, karena sudah diperkirakan, orangtuanya tak akan setuju. Dirinyapun melaju dari tahap pertama hingga tahap selanjutnya.<\/p>\n<p>Namun ketika tahap akhir, pantohir, izin dari orangtua harus ada, diapun tak bisa lagi menghindar. Dan, begitu orangtuanya tahu, langsung menghubungi panitia penerimaan, agar menolaknya jadi tentara.<br \/>\nKandaslah tekad Melky untuk jadi tentara, karena memang orangtuanya bersaudara, kebanyakan jadi penginjil dan guru. Terhadang jadi tentara, diapun ikut daftar calon guru dari Dinas Pendidikan di kotanya. Melalui program beasiswa, P3GT \u2013 TEDC (Technical Education Development Centre), kerjasama dengan IKIP Bandung (sekarang Univ. Negeri Bandung-red), jadilah dia kuliah di Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Tapi anehnya, kendati dirinya tidak merasa total kuliah, nilainya selalu bagus dan tidak pernah \u2018her\u2019 atau mengulang seperti yang lain. Hingga suatu ketika, dirinyapun mohon petunjuk Yang Maha Pengasih. Dalam doanya, dia memohon, jika memang jadi guru adalah jalan hidupnya, dia minta dikuatkan tekadnya. Singkat cerita, diapun lulus Diploma III sesuai waktunya, tahun 1987, walau pada tahun 1984, disela liburan semester, dia sempatkan menikah. Usai lulus, Dinas Pendidikan langsung menempatkannya di SMK Negeri 3 Jayapura, tahun 1988. Jadilah dia sebagai guru junior yang merangkak dari bawah.<br \/>\n<strong><br \/>\nSetelah 22,5 Tahun, Akhirnya Jadi Kepsek<\/strong> <strong>(Kepala Sekolah)<\/strong><br \/>\nTidak seperti yang lain. Lulusan STTM (Sekolah Tinggi Teknologi Malang) tahun 2004 ini, harus sabar selama 22,5 tahun baru bisa jadi Kepala Sekolah. Kendati banyak suka-duka yang dialami. Termasuk ketika dia menjabat Wakil Kepala Sekolah untuk 2 periode, dengan bidang berbeda. Disinggung soal suka-duka, dia ceritakan, sulitnya kadang-kadang jika harus berbenturan dengan intervensi orangtua siswa, yang ingin selalu membela anaknya. Ditambah lagi dari segi adat, yang kadang membuat kekakuan dalam bertindak.<\/p>\n<p>Namun bapak dua anak ini mengatakan: \u201c Prinsip bagi kita, kalau ingin maju, ya harus tetap disiplin,\u201d pungkasnya. Kini dia membawahi 180 tenaga pengajar dan karyawan, dengan 1800 siswa, tersebar di 10 program keahlian, dengan 14 kompetensi keahlian. Segudang prestasi siswa bimbingannya, dari sebelumnya hingga kini. Dari mulai tingkat Kota, Provinsi, ke tingkat Nasional, bahkan hingga ke tingkat Asean.<\/p>\n<p>Menurutnya, tahun 2011, sebagai juara II tingkat Nasional, melalui LKS (Lomba Kompetensi Siswa), dalam hal \u2018welding\u2019 atau teknik las, atas nama siswa kelas XI, Epinus Tabo. Bahkan ketika diikutkan ke tingkat \u2018Asean Competency Skill\u2019, mampu meraih juara IV, yang memperoleh medali dan piagam penghargaan. Acaranya diselenggarakan di PT PAL Surabaya.<\/p>\n<p>Prestasi lain, sejak tahun 2008, para siswanya dipercaya oleh Direktorat PSMK (Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan) Kemendikbud, Jakarta, untuk program memproduksi\/ merakit 1.500 unit notebook computer ( merek Zyrex, Mugen), untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah lain di Jayapura. Dijelaskan, Direktorat hanya mengirim komponen-komponennya, dan siswa-siswa SMKN 3 yang mengerjakan perakitannya. Hingga kini, tinggal 350 unit lagi yang masih tersisa, dan masih dikerjakan. Bahkan SMKN 3 pernah juga merakit 10 unit notebook untuk kebutuhan kantor Walikota Jayapura tahun 2009. Adalagi yang paling spektakuler. Bahwa ada siswa lulusan \u201983, yang bekerja di NASA Amerika. Waw!<\/p>\n<p><strong>Penghargaan Sebagai Motivasi Baru<\/strong><br \/>\nBerbincang usai terima penghargaan dari Lembaga Anugerah Prestasi Insani, di Kirana Ballroom, Kartika Chandra Hotel, Jakarta Pusat, Jum\u2019at (27\/07\/2012), pria lulusan Strata-2, Universitas Teknik Surabaya, 2010 ini menyatakan, bersyukur, kendati merasa kaget.<\/p>\n<p>\u201c Kita tak menduga, kalau ternyata ada yang memantau kinerja kita. Ya, terus terang, kita sangat bersyukur,\u201d bebernya. Atas penghargaan, \u2018The Prominent\u00a0 Figure Of Indonesian Development Golden Award 2012\u2019, dia mengatakan: \u201c Mudah-mudahan penghargaan ini membuat kita bekerja, lebih baik ke depan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Disinggung, apa keinginannya untuk SMKN 3 ke depan, pria tinggi besar ini mengatakan: \u201c Ya, saya ingin SMKN 3 Jayapura, kualitasnya makin meningkat. Setidaknya, sama dengan SMK-SMK di Pulau Jawa,\u201d ungkapnya sambil tertawa. Dia mengatakan, cara yang dilakukan dengan menambah jam praktek, dan mengupayakan tambahan sarana dan prasarana laboratorium praktek, baik dari Dinas di Provinsi, maupun dari Kemendikbud, Jakarta.<\/p>\n<p>Melky menjadi penerima award, dari 23 tokoh yang terpilih di Lembaga Apresiasi Prestasi Insani, Jakarta, dari 63 tokoh yang terjaring sebelumnya. Penghargaan berupa Piala dan Sertificate dalam bentuk pigura, yang menorehkan nama tiap tokoh dengan tinta emas.<\/p>\n<p>Sementara itu, Lembaga Anugerah Prestasi Insani sendiri, sudah banyak yang memberikan penghargaan kepada: Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Direktur BUMD dan Kepala-kepala Dinas hingga Camat di berbagai daerah. Juga legislatif daerah \/anggota DPRD, hingga kalangan eksekutif swasta, maupun aktivis kemanusiaan dan aktivis lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Sebagaimana Chairman Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, dalam sambutannya malam itu mengungkapkan, banyak tokoh daerah yang layak jadi panutan, karena dengan tulus melakukan banyak hal bagi masyarakat. Tapi sering kurang terperhatikan, apalagi mendapat pengakuan atau legitimasi.<\/p>\n<p>Dalam acara itu, penghargaan piala diserahkan oleh Ketua Dewan Pembina, Prof. DR. H.B Katili, MM, dan sertifikat diserahkan oleh Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, sekaligus menyematkan lencana Anugerah Prestasi Insani, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang. Selain dihibur artis lawas, Endang S Taurina, kali ini kehadiran bintang tamu, \u2018Tukul Arwahna\u2019, si juara mirip bintang lawak televisi, Tukul Arwana, tahun 2010. <strong>(Aziz\/ Dans)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. seputarnusantara.com. Kendati tak jadi tentara, tapi kemudian sukses di dunia pendidikan. Itulah sosok tenaga pendidik ini, setelah menggelutinya hampir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-14111","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14111"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14116,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14111\/revisions\/14116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}