{"id":2000,"date":"2010-05-02T06:29:03","date_gmt":"2010-05-02T06:29:03","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2000"},"modified":"2010-05-02T06:29:03","modified_gmt":"2010-05-02T06:29:03","slug":"dituduh-bandar-ganja-pasangan-suami-istri-buta-dipenjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2000","title":{"rendered":"Dituduh Bandar Ganja, Pasangan Suami Istri Buta Dipenjara"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/penjara.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-2001\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"penjara\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/penjara.jpg\" alt=\"penjara\" width=\"154\" height=\"172\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Cerita miris di balik jeruji kembali ditemukan Menkum HAM Patrialis  Akbar. Kali ini, saat kunjungan ke Lapas Tanjung Kusta, Medan, seorang  pasangan suami istri yang buta sejak lahir dituding sebagai bandar  ganja. Keduanya pun harus meringkuk di tahanan selama belasan tahun. Warsiam  (50) divonis 15 tahun penjara dan kini menghuni Lapas Wanita.  Sementara, suaminya Muhammad Nuh (45) dihukum 18 tahun dan terpaksa  merasakan dinginnya jeruji besi di Lapas Kelas 1 bersama tahanan kasus  berat lainnya.<!--more--><\/p>\n<p>&#8220;Pak Menteri merasa miris terhadap hukuman yang  diterima keduanya,&#8221; kata Kabiro Humas Kemenkum HAM Martua Batubara saat  berbincang dengan detikcom, Minggu (2\/5\/2010).<\/p>\n<p>Warsiam dan M Nuh  adalah seorang pemijat tradisional yang sehari-hari membuka praktek di  kediamannya. Setiap hari selalu ada tamu yang datang untuk dipijat.<\/p>\n<p>Namun,  keduanya tidak pernah menyangka jika ada salah seorang tamu yang  membawa ganja dalam kardus mie instan.<\/p>\n<p>&#8220;Lalu pada hari itu ada  operasi polisi dan menemukan kardus mie instan berisi ganja tersebut,&#8221;  tambah Martua.<\/p>\n<p>Saat mendengar cerita tersebut, Patrialis langsung  iba dan menghubungi Sekretaris Presiden untuk menginformasikan kasus  ini. Dalam waktu dekat, Patrialis juga akan membantu proses hukum  terhadap keduanya lewat pengajuan grasi.<\/p>\n<p>&#8220;Pak Menteri berharap  Presiden mendengar kisah ini. Kalau soal grasi nanti masih ada proses  lanjutan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Kemenkum HAM berencana  membawa masalah ini pada pertemuan antarlembaga penegak hukum tanggal 4  Mei 2010 mendatang. Dalam kesempatan itu akan hadir perwakilan pejabat  Polri dan Kejagung.<\/p>\n<p>&#8220;Akan disampaikan bahwa keadilan itu tidak  harus selalu normatif. Tapi juga mempertimbangkan hati nurani,&#8221;  tutupnya.<\/p>\n<p>Kisah miris di penjara bukan kali ini saja ditemukan  Patrialis. Saat kunjungan di LP Nusakambangan dan LP Semarang beberapa  waktu lalu, ada napi yang seharusnya bebas 3 tahun lalu, namun karena  masalah administrasi tak kunjung dibebaskan. Selain itu, ada juga  tahanan yang dibui hanya karena menggadaikan sepeda saudaranya sendiri. ( dtc )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Cerita miris di balik jeruji kembali ditemukan Menkum HAM Patrialis Akbar. Kali ini, saat kunjungan ke Lapas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2000","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2000"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2003,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2000\/revisions\/2003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}