{"id":2005,"date":"2010-05-02T06:38:36","date_gmt":"2010-05-02T06:38:36","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2005"},"modified":"2010-05-02T06:39:55","modified_gmt":"2010-05-02T06:39:55","slug":"perum-perhutani-akan-naikkan-upah-penyadap-getah-pinus-demi-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2005","title":{"rendered":"Perum Perhutani Akan Naikkan Upah Penyadap Getah Pinus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/Upik-Rosalina-Wasrin.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2006\" title=\"Upik Rosalina Wasrin\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/Upik-Rosalina-Wasrin.jpg\" alt=\"Upik Rosalina Wasrin\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/Upik-Rosalina-Wasrin.jpg 250w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/Upik-Rosalina-Wasrin-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Perum  Perhutani akan menaikkan upah penyadap getah pinus Rp 250 per kilogram  dan membeli langsung ke penyadap untuk meningkatkan kesejahteraan petani  komoditas potensial itu. \u201cKami sudah mengajukan RKAP  perubahan kepada Kementerian BUMN. Kami harap RKAP perubahan yang kami  ajukan bisa mendapat persetujuan pada bulan ini,\u201d ujar<strong> Direktur Utama Perum  Perhutani Upik Rosalina Wasrin<\/strong>.<br \/>\n<!--more--><br \/>\nUpaya menaikkan upah  para penyadap getah pinus itu, katanya, telah dituangkan ke dalam bagian  dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)\u2013Perubahan. Upah yang  berlaku saat ini sebesar Rp2.050 per kg.<\/p>\n<p>\u201cKenaikan upah  tersebut diharapkan bisa menjadi insentif dan memacu penyadap untuk  meningkatkan produksi getah pinus,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Getah pinus adalah  bahan baku yang digunakan dalam pembuatan gondorukem dan terpentin,  yang merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu andalan  Perhutani. Tiap tahun Perhutani bisa memproduksi 60.000 &#8211; 80.000 ton  gondorukem yang seluruhnya ditujukan bagi pasar ekspor.<\/p>\n<p>Volume  produksi gondorukem Indonesia yang diperdagangkan setiap tahun sekitar  60.000 ton, yang terdiri dari 80% untuk ekspor dan 20% lagi untuk  memenuhi kebutuhan pasar domestik.<\/p>\n<p>Indonesia menjadi negara  produsen terbesar ketiga setelah China dan Brasil, yang memberikan  kontribusi 8% lebih terhadap produksi gondorukem dunia.<\/p>\n<p>Potensi  hutan pinus Indonesia sebenarnya hampir setara dengan Cina, namun  volume produksinya jauh di bawah negara itu. Di Indonesia, produk  gondorukem hampir seluruhnya berasal dari hutan pinus di Jawa. Areal  hutan pinus di Jawa yang diperuntukkan sebagai penghasil getah pada  awalnya seluas 476.000 hektare (ha), dan yang benar-benar ditumbuhi  pohon pinus sekitar 208.834 ha. Namun, tanaman pinus yang disadap untuk  diambil getahnya baru sekitar 145.000 ha.<\/p>\n<p>Dari luasan tersebut  rata-rata dapat dihasilkan getah pinus sekitar 85.000 ton\/tahun, dan  dari getah itu diperoleh gondorukem sekitar 60.000 ton dan terpentin  12.000 ton.<\/p>\n<p>Sementara itu China, sebagai negara produsen  gondorukem terbesar didunia, memiliki potensi produksi getah pinus luar  biasa, dengan luas hutan pinus untuk disadap mencapai 1 juta ha. ( Aziz )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Perum Perhutani akan menaikkan upah penyadap getah pinus Rp 250 per kilogram dan membeli langsung ke penyadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-2005","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2005"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2009,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2005\/revisions\/2009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}