{"id":2096,"date":"2010-05-09T13:20:25","date_gmt":"2010-05-09T13:20:25","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2096"},"modified":"2010-05-09T13:20:25","modified_gmt":"2010-05-09T13:20:25","slug":"icw-desak-kpk-agar-selidiki-kasus-korupsi-di-propinsi-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2096","title":{"rendered":"ICW Desak KPK Agar Selidiki Kasus Korupsi di Propinsi NTT"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2097\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"icw\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw-281x300.png\" alt=\"icw\" width=\"197\" height=\"210\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw-281x300.png 281w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 197px) 100vw, 197px\" \/><\/a>Jakarta<\/strong>. Seputar Nusantara. Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kasus dugaan korupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Korupsi di provinsi tersebut dinilai semakin memiskinkan penduduk NTT. &#8220;Kita akan laporkan ke satgas dan KPK agar mereka kembali mengembalikan perhatian akan dugaan korupsi di NTT,&#8221; kata Koordinator ICW Danang Widoyoko pada wartawan di kantornya di Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (9\/5\/2010). <!--more--><\/p>\n<p>Lebih jauh Danang mengatakan, korupsi di NTT nilainya tidak besar. Namun, dampaknya sangat besar.<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin korupsinya tidak seberapa, tapi akibatnya dirasakan semua orang. Penduduk di sana kelaparan,&#8221; imbuh Danang.<\/p>\n<p>Masalah kemiskinan dan kelaparan di NTT semakin meningkat tiap tahunnya. Indonesian Budget Center menengarai problem tersebut disebabkan oleh korupsi di tinggat pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Koordinator Politik Anggaran Indonesian Budget Center Roy Salam mengatakan, alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di NTT lemah pengawasannya. &#8220;Sehingga APBD lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pejabat,&#8221; kata Roy.<\/p>\n<p>&#8220;Terminasi korupsi itu kita lihat dari besarnya APBD 40 persen, tapi kok kemiskinan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Koordinator Indonesia Forum NGO on Development Don K Murat mengelompokkan ke dalam 3 kelompok yang menyebabkan kemiskinan di NTT.<\/p>\n<p>&#8220;Kelompok pertama pejabat pemerintah mulai gubernur, bupati yang lebih memanfaatkan APBD untuk memperkaya diri pejabat dan politisi,&#8221; kata Don.<\/p>\n<p>Kelompok kedua yakni kontraktor yang memperkaya diri sendiri dari keuntungan memperoleh proyek pembangunan daerah. &#8220;Mengerjakan proyek dengan mutu rendah, misalnya proyek jalan yang hanya berumur kurang dari 6 bulan,&#8221; ujar Don.<\/p>\n<p>Sedangkan kelompok ketiga terdapat di lembaga peradilan seperti polisi, hakim dan jaksa. &#8220;Sumbernya dengan langsung memeras orang miskin,&#8221; tambah Don.<\/p>\n<p>Anggota DPD NTT, Sarah Lery Mboleik menyebutkan, terdapat sedikitnya 105 kasus korupsi di NTT. Namun, kata Lery, hanya 18 kasus yang diproses hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Itu pun yang sudah inkrah baru delapan kasus,&#8221; kata Lery.<\/p>\n<p>Proses hukum tindak pidana korupsi itu sendiri hanya mencapai tingkat pengurus. Sementara pejabat tingginya sendiri tidak tersentuh.<\/p>\n<p>&#8220;Dari yang inkrah itu yang kena hanya pimpro, tidak sampai ke pejabat NTT, pejabat NTT tidak tersentuh,&#8221; ujar Lery. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kasus dugaan korupsi di Nusa Tenggara Timur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2096","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2096"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2096\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2098,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2096\/revisions\/2098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}