{"id":2203,"date":"2010-05-19T14:28:28","date_gmt":"2010-05-19T14:28:28","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2203"},"modified":"2010-05-19T14:28:28","modified_gmt":"2010-05-19T14:28:28","slug":"dugaan-korupsi-dana-pbb-icw-minta-berkas-gubernur-bengkulu-dilimpahkan-ke-pn-jakarta-pusat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2203","title":{"rendered":"Dugaan Korupsi Dana PBB, ICW Minta Berkas Gubernur Bengkulu Dilimpahkan ke PN Jakarta Pusat"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2204\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"icw\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw1-281x300.png\" alt=\"icw\" width=\"169\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw1-281x300.png 281w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/icw1.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Penanganan kasus dugaan korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan  (PBB) senilai Rp 23 miliar yang melibatkan Gubernur Bengkulu Agusrin  Najamuddin dianggap mandeg sejak tahun 2009. Karenanya, Indonesia  Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Agung segera melimpahkan  berkas kasus itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.<br \/>\n&#8220;Kejaksaan  harus segera melimpahkan berkas Agusrin, ke Kejagung terlebih lagi  Mahkamah Agung sudah memberikan sinyal pemindahan lokasi sidang,&#8221; kata  peneliti ICW Febri Diansyah, yang dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu  (19\/5\/2010).<!--more--><\/p>\n<p>Seperti diketahui, Agusrin M Najamuddin sudah  ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PBB senilai Rp 23  miliar dan berkasnya siap dilimpahkan ke pengadilan. Kejagung sejak Juni  2009 menyatakan, berkas perkara Gubernur Bengkulu tersebut akan  dilimpahkan ke PN Jakarta Pusat pada awal Juli 2009, namun sampai  sekarang sidangnya belum digelar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kejaksaan Tinggi  (Kejati) Bengkulu pada akhir September 2009 menyatakan, sidang Gubernur  Bengkulu tersebut masih menunggu penyusunan surat dakwaan oleh jaksa  utama di Kejagung. Febri Diansyah mengkhawatirkan, jika berkas Agusrin  tidak segera dilimpahkan ke pengadilan, maka ada kemungkinan praktek  mafia hukum terlibat dalam kasus tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sendiri tidak  yakin jika kejaksaan bersikap independen dalam menangani perkara  Agusrin,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ketidakyakinan ICW itu, karena Agusrin  berasal dari partai mayoritas di tanah air saat ini. Sementara itu,  Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Marwan Effendy, saat ditanya soal  penanganan kasus Agusrin, mempersilakan untuk menanyakannya langsung ke  Kejati Bengkulu.<\/p>\n<p>Sementara Jaksa Agung, Hendarman Supandji, Rabu  (5\/5\/2010) malam pekan lalu saat mengikuti Raker dengan Komisi III DPR  juga menyatakan, kasus itu siap dilimpahkan ke pengadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Berkasnya  sudah siap dilimpahkan, tapi kita menunggu pelaksanaan pilkada dahulu.  Begitu selesai pilkada kita limpahkan,&#8221; ujarnya saat itu.<\/p>\n<p>Dalam  kasus itu, Kejati Bengkulu sendiri telah menetapkan Kepala Dinas  Pendapatan Daerah (Kadispenda) Bengkulu Chairuddin sebagai tersangka  dugaan korupsi pajak bagi hasil senilai Rp 21,3 miliar. Chairuddin  sendiri telah divonis satu tahun penjara oleh PN Bengkulu. Kasus ini  mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) regional Palembang  melakukan audit terhadap APBD Provinsi Bengkulu 2006. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Penanganan kasus dugaan korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp 23 miliar yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2203"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2205,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2203\/revisions\/2205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}